Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan status tersebut sebagai hasil kaji cepat penanganan darurat bencana banjir, dan tanah longsor Kota Padang, Sumatera Barat.
Dalam hasil kajian dipaparkan, bencana banjir terjadi pada Jumat (2/11) siang akibat intensitas hujan yang tinggi dan meluapnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Beringin yang mengalir ke Sungai Batang Arau, serta Sungai Banda Bakali di Kota Padang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Banjir Rendam 600 Rumah di Padang |
Lokasi kejadian berlangsung di Kota Padang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, dan Kecamatan Lubuk Begalung. Selain itu, terjadi pula di Kecamatan Pauh, Lubuk Kilangan, Padang Utara, Padang Selatan, Seberang Padang, dan Koto Tangah.
"Sebanyak dua orang meninggal dunia dan 756 keluarga terdampak," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Minggu (4/11).
Lihat juga:Badai di Italia Tewaskan 29 Orang |
Adapun, kerugian materil tercatat berupa 1.400 unit rumah terendam, tiga unit rumah hanyut, satu unit jembatan hanyut, satu unit jembatan gantung putus, dan Jalan di Kelurahan Padang Besi ke Kelurahan Beringin longsor menutupi sebagian badan jalan.
Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang beserta insan kebencanaan melalukan monitoring dan evakuasi kepada masyarakat terdampak.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan TNI, Polri, Damkar, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Kecamatan, Kelurahan dan Relawan setempat untuk melakukan tindakan arahan serta pendataan.
"Pembersihan material lumpur sebagian rumah penduduk dan Fasilitas Umum. Penyaluran bantuan makanan dan logistik oleh BPBD Kota Padang, Dinsos, Aparat Kecamatan serta Kelurahan," paparnya.
Sampai saat ini, banjir diketahui telah surut, dan jalan yang terdampak longsor sudah bisa dilalui kendaraan. (lav)