"Ya pentingnya [survei], tapi tidak berarti kita terpaku pada survei, hanya semacam informasi yang harus diolah lagi," kata Ma'ruf saat ditemui di Ancol, Jakarta, Kamis (8/11).
Ma'ruf berujar hasil survei hanya data yang mencerminkan kondisi pemilih saat ini. Kandidat dan tim sukses dia sebut tetap harus bisa menindaklanjutinya dengan kerja-kerja nyata dalam kampanye.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam survei itu, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada di level 28,8 persen dan elektabilitas Prabowo-Sandiaga sebesar 23,7 persen.
Sementara itu, sebanyak 29,8 persen responden masih merahasiakan jawabannya dan 17,8 persen responden mengaku belum menentukan pilihan di Pilpres 2019.
Survei itu dilakukan menggunakan metode tatap muka terhadap 1.200 responden di Jabar selama 9-15 Oktober 2018 dengan sampling error kurang lebih 2,8 persen.
Lihat juga:Survei Indopolling: PDIP Unggul di Jabar |