Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Teguh Hendrawan mengatakan keputusan untuk mencopot waring tersebut telah disampaikan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Saya sudah bersurat dengan Pak Gubernur mohon izin waring hitam kita cabut agar selesai untuk pembangunan sheetpile untuk sisi kanan dan sisi kirinya," kata Teguh di Balai Kota Jakarta, Kamis (15/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemasangan turap juga akan dilakukan dari Kali Grogol, Kali Sekretaris, Kali Sentiong, dan lainnya. Pemprov DKI mengalokasikan anggaran sebesar Rp369 miliar.
Teguh menambahkan proses pengerukan Kali Item baru akan dilakukan setelah pembangunan turap. Pasalnya, kata Teguh, struktur di sepanjang Kali Item tersebut tidak memungkinkan untuk langsung dilakukan pengerukan.
Lebih dari itu, Teguh menyampaikan selama program pembangunan turap, alat nano buble di Kali Item juga dimatikan sementara waktu.
"Nanti kalau sudah sheetpile, baru dikerukin lumpurnya, termasuk yang juga terkoneksi ke kali item, kami bersihkan semuanya, kami rekayasa hidroliknya dibangun. Di sana juga rencana dibangun komunal kapasitas besar di sana, 2019 selesai," tutur Teguh.
Jaring hitam itu sebelumnya dipasang guna mengurangi bau tidak sedap dari Kali Item selama pelaksanaan Asian Games. Kali Item dipasang jaring karena berada persis di samping Wisma Atlet.
"Ini yang kita siapkan solusi untuk airnya itu yang harus permanen," ucap Anies, Selasa (4/9).
Sandiaga Uno yang saat itu masih menjabat Wakil Gubernur DKI menyebut anggaran pengadaan kain waring untuk Kali Item sebesar Rp580 juta.
"Kali Item total pagu anggaran Rp580.833.000, terbagi tiga segmen," ucap Sandi saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Selasa (24/7). (dis/wis)