Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto di Timika, Jumat (16/11), mengatakan meski pengamanan akan ditingkatkan namun masyarakat diharapkan tidak khawatir atau resah dengan tetap melakukan aktivitas seperti biasa.
"Kita semua berharap tidak terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan bersama. Masyarakat tidak khawatir atau resah berlebihan," kata AKBP Agung seperti dilansir dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agung mencontohkan kejadian saat peringatan HUT ke 73 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus lalu. Saat itu KKB melakukan teror penembakan terhadap kendaraan PT Freeport Indonesia di sekitar Mil 66, Distrik Tembagapura yang mengakibatkan seorang karyawan (supir) terluka.
"Kalau memang dibutuhkan, kami akan back-up rekan-rekan Satgas Amole untuk meningkatkan kewaspadaan," kata AKBP Agung.
KKB pada Senin (12/11) lalu diduga menembak warga sipil di Kabupaten Lanny Jaya, Papua. Korban bernama Aldi (23), seorang tukang ojek yang baru saja menurunkan penumpangnya di kampung Jiwili, Distrik Wiringambur.
"Namun tembakan yang dikeluarkan penumpang ojek dengan menggunakan senjata laras pendek tidak mengenai korban," kata Tony Ananda, Selasa (13/11).
Aldi tidak mengalami luka dalam insiden itu, namun dia merasakan trauma. Untuk menghindari peristiwa serupa, Polres Lanny Jaya meminta tukang ojek yang beroperasi di sana agar membatasi jam operasional.
Penembakan kali ini bukanlah yang pertama. Pada Jumat (2/11), KKB menembak mati Yanmar (42) seusai mengantar penumpangnya di kampung Popome,Distrik Mokoni, Kabupaten Lanny Jaya. (wis)