Detik-detik Penemuan Pria Terbunuh Dalam Drum di Bogor

CNN Indonesia | Senin, 19/11/2018 08:26 WIB
Detik-detik Penemuan Pria Terbunuh Dalam Drum di Bogor Ilustrasi pembunuhan. (Istockphoto/D-Keine)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pria bernama Abdullah Fithri Setiawan (43) yang dikabarkan sebagai mantan seorang wartawan ditemukan tewas dalam drum plastik warna Biru di kawasan industri Kembang Kuning, Kampung Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Minggu (18/11).

Jenazah pria tersebut ditemukan seorang pemulung berinisial SA (56).

Kapolsek Klapanunggal Ajun Komisaris Polisi Bimantoro Kurniawan menyatakan sebelum menemukan mayat tersebut, pada Minggu sekitar pukul 06.00 WIB SA sedang mengumpulkan barang bekas seperti botol.



Saat itulah, kata Bimantoro, SA menemukan sebuah drum plastik berwarna biru berukuran besar tertutup rapat yang direkatkan lakban hitam. Tanpa curiga SA pun mendekatinya karena mengira bisa menemukan barang yang bisa ia jadikan uang di sana.

Namun, SA kaget karena di dalam drum itu justru menemukan mayat. Dia pun berteriak meminta bantuan warga sekitar.

Bimantoro mengatakan berdasarkan kesaksian SA dan warga, saat ditemukan mayat pria tersebut mengenakan kaus berwarna putih dengan bercak darah.


Saat itu dia ditemukan tewas tanpa identitas hingga akhirnya polisi dari Polsek Klapanunggal membawanya ke Pusdokkes Polri RS Bhayangkara R Said Sukanto (RS Polri), Jakarta Timur, untuk diidentifikasi dan diautopsi. Di situlah, kata Bimantoro, identitas mayat tersebut diketahui.

"Polsek Klapanunggal juga Bekerjasama dengan Sat Reskrim Polres Bogor untuk menangani Kasus tersebut," ujar Bimantoro melalui keterangan tertulis.

Dari informasi yang dihimpun, Abdullah pernah bekerja sebagai wartawan di sejumlah media cetak. Meski tidak lagi berkiprah sebagai jurnalis, kini Abdullah diketahui masih bekerja di salah satu stasiun televisi swasta.

Dia diketahui sebagai alumni dari Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) angkatan 1993.


Berdasarkan informasi, korban dimakamkan di TPU Budi Darma, Semper Cilincing, Jakarta Utara, Senin pagi.




(gst/kid)