Polda Tunggu Uji Forensik Terduga Pembunuh Keluarga di Bekasi

CNN Indonesia | Kamis, 15/11/2018 19:44 WIB
Polda Tunggu Uji Forensik Terduga Pembunuh Keluarga di Bekasi Lokasi pembunuhan satu keluarga di Bekasi. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho0.
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan status HS yang diduga sebagai pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi pada Selasa (13/11) dini hari akan ditentukan usai uji laboratorium forensik. Saat ini tim Labfor tengah melakukan pengujian terhadap bercak darah di mobil, celana hingga kuku HS.

Uji forensik itu akan dilakukan untuk mencocokkan apakah ada kesesuaian antara darah yang ditemukan di mobil, kuku jari, dan celana hitam panjang yang ditemukan di kamar kos milik HS di Cikarang, Jawa Barat.

"Kita tunggu labfor, kita menggunakan scientific sebagai ahlinya apakah darah itu identik atau tidak. Kunci mobil kan juga di HS saat dia ada di saung daerah di Garut," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (15/11).


HS ditangkap di saung yang berada di kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat. Saat itu dia hendak mendaki gunung. Saat tas yang dibawanya digeledah, polisi pun menemukan kunci mobil Nissan jenis X-Trail, kendaraan milik korban yang sempat hilang.

Mobil X-Trail itu ditemukan terparkir di sebuah rumah kos yang berada di Cikarang. HS diketahui merupakan salah satu penghuni rumah kos tersebut.

Argo mengatakan HS ditangkap seorang diri. Namun saat ditangkap polisi belum mendapati barang bukti terkait pembunuhan. Karenanya polisi ingin mendalami lebih jauh HS, termasuk motif yang melatari pembunuhan ini.

"HS ini sendiri kita amankan dan nanti kita dalami barang bukti yang digunakan, gara-gara apa tapi kita masih mendalami belum mendapatkan itu," tuturnya.

Namun sejauh menjalani pemeriksaan, Argo mengatakan HS yang pernah bekerja di suatu perusahaan di Cikarang itu membantah telah melakukan pembunuhan.

"Yang bersangkutan masih mengelak, artinya bahwa dia tidak lakukan apa-apa," ujar dia.

Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui HS juga sering menginap di kontrakan yang dikelola Diperum Nainggolan. Istri Diperum, Maya Ambarita dikabarkan merupakan kakak HS.

"Dia memang (sering numpang ) tidur di situ," ucap Argo.

Pembunuhan satu keluarga menggegerkan warga Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Selasa (13/11) lalu. Satu keluarga ditemukan tewas, yakni Diperum Nainggolan (38), Maya Ambarita (37), Sarah Nainggolan (9), dan Arya Nainggolan (7).

Polisi sudah melakukan olah TKP dan mengumpulkan sejumlah barang bukti. Meski sudah mengamankan satu orang bernama HS, namun penyelidikan kasus masih dilakukan hingga kini. (gst/osc)