Uji forensik itu akan dilakukan untuk mencocokkan apakah ada kesesuaian antara darah yang ditemukan di mobil, kuku jari, dan celana hitam panjang yang ditemukan di kamar kos milik HS di Cikarang, Jawa Barat.
"Kita tunggu labfor, kita menggunakan scientific sebagai ahlinya apakah darah itu identik atau tidak. Kunci mobil kan juga di HS saat dia ada di saung daerah di Garut," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (15/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"HS ini sendiri kita amankan dan nanti kita dalami barang bukti yang digunakan, gara-gara apa tapi kita masih mendalami belum mendapatkan itu," tuturnya.
Namun sejauh menjalani pemeriksaan, Argo mengatakan HS yang pernah bekerja di suatu perusahaan di Cikarang itu membantah telah melakukan pembunuhan.
"Yang bersangkutan masih mengelak, artinya bahwa dia tidak lakukan apa-apa," ujar dia.
"Dia memang (sering numpang ) tidur di situ," ucap Argo.
Pembunuhan satu keluarga menggegerkan warga Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Selasa (13/11) lalu. Satu keluarga ditemukan tewas, yakni Diperum Nainggolan (38), Maya Ambarita (37), Sarah Nainggolan (9), dan Arya Nainggolan (7).
Polisi sudah melakukan olah TKP dan mengumpulkan sejumlah barang bukti. Meski sudah mengamankan satu orang bernama HS, namun penyelidikan kasus masih dilakukan hingga kini. (gst/osc)