Mardani Sebut Telur di Malaysia Lebih Murah dari Indonesia

CNN Indonesia | Selasa, 20/11/2018 19:17 WIB
Mardani Sebut Telur di Malaysia Lebih Murah dari Indonesia Mardani Ali Sera. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim pemenangan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, membandingkan harga telur ayam di Indonesia dengan Malaysia. Menurut Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mardani Ali Sera, harga telur di Indonesia jauh lebih mahal ketimbang Malaysia.

Kata Mardani, hal itu disebabkan karena rantai distribusi pangan di Indonesia yang terlalu panjang.

Menurut Mardani, harga telur ayam di Malaysia hanya sekitar Rp12 ribu per kilogram (kg). Sementara di Indonesia sendiri harganya bisa mencapai Rp25 ribu per kg.
"Kayaan Malaysia tapi harga (telur) hanya Rp12 ribu per kilogram karena rantai pasokan cukup, rantai distribusinya sesuai," ucap Mardani di Jakarta, Selasa (20/11).


Selain karena persoalan rantai distribusinya, murahnya harga telur ayam di Malaysia disebut Mardani juga dilatarbelakangi tidak ada monopoli harga.

Sebab, harga pangan dengan sendirinya akan naik jika pedagang melakukan monopoli.
"Karena itu pemerintah harus hadir menjaga harga sembako, yang menjual sembako di atas rata-rata ya dihukum," kata Mardani.

Tak hanya soal harga telur, Mardani juga menyoroti pengelolaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang hinga kini masih membuat rugi pihak rumah sakit hingga antrean yang membludak.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, mengatakan pembayaran kepada rumah sakit yang masih menunggak menjadi salah satu faktor yang membuat kerugian di rumah sakit.

Untuk itu, ia melanjutan, pihaknya berjanji untuk membenahi pengelolaan BPJS Kesehatan untuk tahun depan.


"Kami perbaiki BPJS Kesehatan pada 2019, BPJS Kesehatan harus membuat masyarakat tidak mengantre lagi, BPJS membuat dokter dan perawat mendapat bayarab yang benar. BPJS harus buat rumah sakit tidak rugi," ujar Mardani.

Menurutnya program kesehatan menjadi salah satu fokus kubu pasangan calon (paslon) nomor urut dua.

Mardani menegaskan suatu negara tak akan berarti jika sektor kesehatannya berantakan, seperti pengelolaan BPJS Kesehatan tersebut.

"Indonesia sekarang punya stunting 36 persen, makanya maaf Indonesia kalah terus karena yang lain lebih tinggi," kata Mardani.

(aud/agr)