Cirinya, kata Prabowo, pertama, banyaknya orang-orang yang beropini di dunia maya justru malah diburu dan dipersekusi.
"Sangat menyedihkan, bahwa perkembangan demokrasi Indonesia mengalami bentuk pengkerdilan, orang beropini kadang justru malah diburu ramai-ramai di medsos," kata Prabowo saat menyampaikan pidato dalam acara Indonesia Economic Forum yang digelar di Shangri La Hotel, Jakarta, Rabu (21/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga, pemberian label antidemokrasi kepada pihak tertentu. Dalam kesempatan itu, Prabowo juga sempat 'curhat' soal dirinya yang diberi label sebagai pendukung ISIS yang berjuang untuk mengkhilafahkan negara. Padahal, kata dia, tuduhan-tuduhan itu jauh panggang dari api.
"Ada juga kontroversi soal 30 juta nama tidak bisa [nyoblos], itu pelanggaran. Ini merupakan penghinaan terhadap demokrasi," cetusnya.
"Saya hanya mengingatkan semuanya bisa menjalankan roda demokrasi yang baik, mari kita menghargai dan bermain sesuai aturan," kata dia.
Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun berjanji menindaklanjutinya dan mendirikan 69.834 posko layanan gerakan melindungi hak pilih. Tujuannya, pendataan pemilih sekaligus lokasi pengecekan status data pemilih.
(tst/arh)