Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Sigit Wijatmoko mengatakan rencana pengikutsertaan sepeda motor tersebut tercantum dalam dokumen penawaran dari tiga perusahaan yang mengikuti lelang sistem jalan berbayar elektronik tersebut.
Sigit juga memastikan Pergub Nomor 25 Tahun 2017 tentang Pembatasan Kendaraan Bermotor Melalui Sistem Jalan Berbayar Elektronik tidak akan berlaku lagi. Dalam Pasal 8 ayat 1 Pergub 25/2017 diatur kendaraan yang boleh melintas di jalan berbayar adalah mobil, bus, mobil barang, kendaraan umum, mobil dinas, ambulans, serta mobil pemadam kebarkaran. Artinya, sepeda motor justru dilarang untuk melintasi jalan berbayar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beda lah (tarif) roda dua dengan roda empat, bisa jadi (tarifnya) lebih murah bagi yang berkontribusi pada kemacetan lebih parah," tuturnya.
Uji coba itu terkait dengan evaluasi teknis bagi perusahaan yang menyediakan ERP. Evaluasi itu nantinya menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan perusahaan pemenang lelang.
Dalam uji coba itu akan ada 205 kendaraan yang dipasang mesin on board unit. Dalam uji coba tersebut semua komponen ERP akan dicek sebelum nantinya diputuskan pemenang lelang.
Sampai saat ini setidaknya ada tiga perusahaan yang mengikuti lelang tersebut yakni PT Bali Towerindo Sentra, Kapsch TrafficCom AB, serta Qfree. Untuk Kapsch Tragic Com AB dan Qfree diketahui sebelumnya juga pernah melakukan uji coba.
Dishub DKI menargetkan pengoperasian jalan berbayar untuk mobil pada April 2019. Penerapan ERP hanya bisa dilakukan saat kereta moda raya terpadu (MRT) beroperasi pada Maret 2019.
Lihat juga:Pemprov DKI Tunda Uji Coba Jalan Berbayar |
Rencana itu menyambung dan dikaji gubernur selanjutnya, Fauzi Bowo (Foke). Kala itu DKI melakukan kajian di antaranya ke Singapura, London (Inggris), dan Stockholm (Swedia).
Kemudian di era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pintu gerbang untuk ERP mulai tampak. Uji coba ERP dengan menggunakan gerbang dimulai yakni di ruas Sudirman-Thamrin dan Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan juga sempat dilakukan. (dis/dea)