Ratusan Orang Bawa Bendera Tauhid Kawal Kasus Penghinaan NU

CNN Indonesia | Kamis, 22/11/2018 14:48 WIB
Ratusan Orang Bawa Bendera Tauhid Kawal Kasus Penghinaan NU Massa berunjuk rasa di depan Mapolda Jawa Timur. (CNN Indonesia/Farid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan orang membawa bendera bertuliskan kalimat tauhid dan menggelar aksi di depan Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur (Mapolda Jatim).

Aksi ini mereka lakukan untuk mendampingi Sugi Nur Raharja alias Gus Nur, yang sedang menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan ujaran kebencian (hate speech) dan pencemaran nama baik melalui video terhadap Nahdlatul Ulama, kiai dan Banser.

Koordinator aksi, Muhammad Naufal mengatakan aksi ini merupakan bentuk solidaritas umat untuk mengawal Gus Nur. Ratusan orang itu, kata dia, terdiri dari gabungan berbagai ormas Islam di Surabaya, yang dikoordinasi oleh Front Pembela Islam (FPI) Surabaya.


"Ini kegiatan spontanitas kami, kami bergerak secara mandiri, untuk mengawal kasus yang menimpa Gus Nur," kata koordinator aksi Muhammad Naufal di depan Mapolda Jatim, Kamis (22/11).

Gus Nur dilaporkan oleh Forum Pembela Kader Muda Nahdlatul Ulama ke Polda Jatim pada September 2018. Gus Nur dilaporkan karena diduga telah menghina Nahdlatul Ulama dan Banser melalui video berdurasi satu menit 26 detik yang telah diunggah di media sosial tersebut.

Dalam laporannya tersebut, Forum Pembela Kader Muda NU menyerahkan barang bukti berupa satu keping CD (Compact Disc) yang berisi video yang menghina kaum NU.

Naufal berharap aksi pengawalan ini dapat membuat Gus Nur terbebas dari kasus hukum yang membelitnya.

Menurut dia, pernyataan Gus Nur melalui video itu adalah suatu kebenaran dan bukan sebuah perilaku yang menyebarkan ujaran kebencian.

"Kami berharap, kami ingin Gus Nur lepas dari jerat hukum. Dia bukan kriminal, yang dia lakukan semata-mata hanya menyampaikan kebenaran," ujar dia .

Ratusan massa ini akan bertahan di depan Mapolda Jatim hingga pemeriksaan Gus Nur usai.

Naufal mengatakan, saat ini sudah ada beberapa perwakilan yang masuk dan bertemu dengan pihak Polda Jatim.
(frd/ugo)