Dalam perbincangan keduanya baik Nurhadi dan Sari mengaku ada kode 'Gap'. Menurut penuturan keduanya dalam video yang diterima CNNIndonesia.com, 'Gap' berarti mencelakai Dufi.
"Gap itu maksudnya dicelakain aja," ujar Nurhadi kepada penyidik di video yamh diterima CNNIndonesia.com, Kamis (22/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sudah paham satu sama lain soal kode itu, Nurhadi mengaku belum pernah melancarkan aksi serupa.
Sementara itu, istri Nurhadi, Sari menceritakan detil kejadian saat keduanya memutuskan untuk menghabisi Dufi. Awalnya dia menelepon Sari pada Jumat (16/11) malam, mengabarkan hendak bertemu.
Lihat juga:Terduga Pembunuh Dufi Terancam Hukuman Mati |
"Maksudnya di 'Gap' menurut aku dibunuh pengertian aku lho ya," ujar Sari.
Kondisi keuangan keduanya menjadi motif dari rencana pembunuhan Dufi. Sari mengaku mereka berencana mengambil mobil Dufi untuk kemudian dijual.
"Makanya karena bahas keuangan pikiran aku, dia bawa mobil, akan dijual untuk usaha," ujar Sari.
Setelah itu diketahui jenazah korban dimasukan ke dalam drum plastik berwarna biru dan ditaruh di kawasan industri Kembang Kuning, Kampung Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Minggu (18/11).
Setelah itu, Nurhadi ditangkap di dekat usaha pencucian motor Omen yang berada di belakang Kelurahan Bantar Gebang, Bekasi, pada Minggu, sekitar pukul 14.30 WIB. Nurhadi juga diketahui tinggal di Bekasi.
[Gambas:Video CNN] (eks/stj/eks)