Ia menyebut itu tak seharusnya dilakukan karena Prabowo maupun Sandiaga termasuk golongan kaya di Indonesia.
"Kami enggak urusin rumah tangga orang, tapi Prabowo dan Sandi kan tercatat orang tajir di republik ini," kata Hasto di salah satu hotel di Jalan Gajah Mada, Jakarta, Jumat (23/11)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Kami semua gotong-royong dengan baik," ucapnya.
Meski demikian, Hasto mengeluhkan pihaknya tak bisa mensosialisasikan rekening dana kampanye paslon Jokowi-Ma'ruf ke publik dengan baik karena terbentur regulasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Oleh karenanya, ia, yang juga menjabat Sekretaris Jenderal PDIP itu, mengimbau agar KPU maupun Bawaslu dapat meninjau kembali peraturan tersebut.
"KPU Bawaslu harus meninjau kembali seluruh peraturan yang berkaitan dengan upaya untuk sosialisasi rekening dana kampanye yang memasukkan gambar Paslon," kata dia.
Sehingga bantuan sumbangan dari pendukung sangat dibutuhkan untuk membantu dana pemenangan yang masih miskin alias serba kekurangan.
"Kemudian tolong, terpaksa aku minta bantuan dari kalian semua karena kita kekurangan dana perjuangan. Kami minta kerelaan yang mau bantu Rp2 ribu, Rp5 ribu, Rp10 ribu, Rp20 ribu. Kami nanti akan umumkan rekeningnya," ujar Prabowo pada kesempatan itu.
(rzr/arh)
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)