Soal Kedubes Australia di Palestina, Sandi Dorong Stabilitas

Antara, CNN Indonesia | Sabtu, 24/11/2018 04:45 WIB
Soal Kedubes Australia di Palestina, Sandi Dorong Stabilitas Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno, di Thamrin City, Jakarta, 2 Oktober. (CNN Indonesia/Safir Makki(
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Wakil Presiden RI nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno meminta semua pihak menahan diri untuk tak melakukan upaya yang membuat situasi tak stabil.

Hal ini dikatakannya terkait rencana Australia untuk memindahkan kedutaan besarnya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Segala bentuk upaya untuk membuat situasi tidak stabil itu, kita harapkan untuk tidak dilakukan oleh semua pihak," kata Sandiaga, di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (23/11) dikutip dari Antara.


Pihaknya pun menegaskan akan tetap memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina. Meski demikian, ia menyebut rencana Australia itu sepenuhnya akan menjadi keputusan politik negara terkait.

"Posisi kami sangat tegas, kita akan berjuang untuk memastikan hak-hak rakyat Palestina sesuai dengan komitmen Indonesia," aku Sandi.

Sandiaga mengatakan Indonesia, sebagai negara sahabat Australia, sudah menyampaikan bahwa posisi Indonesia akan tetap memperjuangkan hak-hak dari rakyat Palestina.

Pemindahan kedutaan itu diungkap oleh Perdana Menteri Australia Scott Morrison saat melangsungkan kampanye pemilihan daerah pada bulan lalu. Usul itu memicu kekhawatiran Indonesia dan Malaysia.

Pemerintah Indonesia sendiri telah menyampaikan kekhawatiran soal kemungkinan pemindahan kedutaaan dan menyatakan bahwa pemindahan akan mengacaukan rencana membuat perjanjian perdagangan bebas dengan Australia.

Sementara, pasangan Sandi, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto meminta semua pihak menghormati rencana Australia tersebut.

"Aussie merupakan negara independen dan berdaulat, maka kita harus hargai keputusan mereka," kata Prabowo saat menghadiri kegiatan Indonesia Economic Forum di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (21/11).

"Saya tidak melihat itu menjadi masalah bagi Indonesia," ia melanjutkan.

(arh/sur)