Terus Tumbuh, Kubah Lava Baru Merapi 308 Ribu Meter Kubik

hyg, CNN Indonesia | Sabtu, 24/11/2018 05:10 WIB
Terus Tumbuh, Kubah Lava Baru Merapi 308 Ribu Meter Kubik Gunung Merapi (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat kubah lava baru Gunung Merapi di Jawa Tengah terus tumbuh. Kubah yang terbentuk sejak 11 Agustus meski melaju rendah, hingga per 21 November 2018 mencapai luas 308 ribu meter kubik.

"Laju pertumbuhan rata-rata 2.600 meter kubik per hari, sedikit lebih tinggi dari minggu sebelumnya," kata Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (23/11).

Sebelumnya, berdasarkan analisis morfologi puncak Merapi per 14 November, volume kubah lava tercatat 290 ribu meter kubik dengan laju pertumbuhan setiap hari rata-rata 2.400 meter kubik.
Dikatakan Hanik, pengamatan visual Gunung Merapi cuaca cerah terjadi pada pagi dan malam hari, siang dan sore hari berkabut.




Asap teramati berwarna putih, tebal, dengan tekanan gas lemah. Tinggi maksimum 125 meter teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan pada 16 November 2018. BPPTKG juga mencatat, dalam minggu ini kegempaan Gunung Merapi tercatat 28 kali gempa hembusan (DG), dua kali gempa vulkanik dangkal (VTB), dua kali gempa fase banyak (MP), 261 kali gempa guguran (RF), 21 kali gempa low frekuensi (LF) dan empat kali gempa Tektonik (TT).

"Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih rendah dari minggu sebelumnya," jelasnya.

Hanik menambahkan, pada minggu ini juga terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan rendah, yaitu sebesar 9 mm/jam selama 90 menit di Pos Kaliurang pada tanggal 22 November 2018. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.



Dengan kondisi demikian, Hanik menyimpulkan, kubah lava saat ini dalam kondisi stabil dengan laju pertumbuhan yang masih relatif rendah. Sedangkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi dan masih dalam tingkat aktivitas Waspada.

"Radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian. Masyarakat yang tinggal di KRB lll mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi," kata dia. (ain)