Sandiaga Prihatin Ada 4 Ribu Pengangguran di Batu Malang

CNN Indonesia | Minggu, 25/11/2018 01:17 WIB
Sandiaga Prihatin Ada 4 Ribu Pengangguran di Batu Malang Cawapres Sandiaga Uno mengaku miris terhadap angka pengangguran di Malang yang merupakan Kota Pariwisata. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno menyebut saat ini sedikitnya ada 4 ribu pengangguran di Batu, Malang, Jawa Timur. Dia mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.

"Nah dari data yang saya peroleh, sebanyak 4 ribu warga Batu menjadi pengangguran," ucap Sandi di Malang, mengutip siaran pers, Sabtu (24/11).

Sandi kemudian menceritakan sempat ada bursa lowongan kerja atau job fair di Batu, Malang. Pesertanya, kata Sandi, mencapai 6 ribu orang.


Sandi juga prihatin ketika mengetahui banyak lulusan SMK Pariwisata di Batu, Malang yang menganggur. Menurut sandi, hal itu ironis karena Malang dikenal dengan pariwisatanya.

"Padahal ada enam hotel baru dari 80 hotel di Batu," ucap Sandi.


Sandi lalu mengatakan dirinya dan Prabowo Subianto bakal fokus memperluas lapangan kerja. Selain itu, dia juga berencana membuat suatu pusat pelatihan wirausaha di segmen pertanian atau agropreuner di Malang.

Hal itu akan dilakukan untuk menyerap pengangguran yang begitu besar di kota tersebut. Sandi yakin Malang memiliki potensi agrobisnis dan agrowisata yang besar.

"Kami akan menyesuaikan gerakan ekonomi rakyat One Kota/Kabupaten Oce Center for Entrepreneurship (gerak OK OCE) Agropreneur di sini," imbuh Sandi.


Ingin Bentuk Food Station untuk Petani

Sandi mengatakan dirinya bersama Prabowo Subianto bakal membentuk food station jika terpilih dalam Pilpres 2019 mendatang. Nantinya petani dapat menjual hasil produksi ke food station tersebut dengan harga yang sesuai.

"Kami akan memulai sebuah sistem food station. Produksi petani tidak akan dibeli di bawah biaya produksi," terang Sandi.

Sandi mengatakan food station nanti juga akan dilengkapi dengan gudang atau food storage. dengan begitu, hasil produksi pertanian yang dijual petani ke food station bisa bertahan lebih lama.

Sandi mengutarakan rencananya itu usai bertemu dengan petani tomat bernama Agus Sayur di Desa Sunrejo, Batu, Malang, Jawa Timur.


Agus mengeluh kepada Sandi. Dia mengatakan kondisi petani tomat di Batu, Malang sudah sulit memperoleh keuntungan.

"Kami panen 100 kg, dengan biaya penanaman perkilo tomat Rp 1500. Nah saat panen dijual hanya dapat Rp 300 Pak, kebayang rugi kami. Saya bingung, Pak. Rugi besar," kata Agus.

Selain masalah tomat, Agus juga meminta Sandi agar membuat desanya kembali menghasilkan bawang putih. Agus mengatakan sudah tidak ada lagi petani yang mau menanam bawang putih ketika pemerintah memutuskan impor.

"Sekarang bawang putih komoditi impor. Bisakah bawang putih jadi komoditas pertanian kami lagi, Pak," ucap Agus kepada Sandiaga.

Sandi tidak langsung menjawab. Dia sempat terhenyak sejenak. Sandi lalu mengatakan pemerintah seharusnya peduli dengan kondisi petani seperti Agus.

"Ini sungguh ironi. Sangat-sangat merugikan. Dengan harga tomat anjlok seperti ini, bisa membinasakan. Pemerintah harus hadir. Setiap produksi dibeli dengan harga yang layak," imbuh Sandi.

(DAL/DAL)