"Saksi ada yang memberi keterangan adanya dugaan mark up. Sekarang sudah dilakukan pemeriksaan di Yogyakarta," ujar Argo kepada para wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (27/11). Kendati demikian, Argo enggan menyebut saksi yang mengungkap dugaan mark up tersebut.
Penyidik telah memeriksa pihak dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta dari ormas penyelenggara kegiatan Kemah Pemuda, yaitu Pemuda Muhammadiyah. Pada hari ini, Argo menyebut semua pemeriksaan terkait saksi dana kemah pemuda dilakukan di Polda DIY.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan hasil penelusuran polisi, laporan pertanggungjawaban GP Ansor tidak ditemukan penyimpangan. Sedangkan dari laporan pertanggungjawaban Pemuda Muhammadiyah, diduga terdapat penggunaan dana fiktif sebesar kurang dari setengah anggaran.
Fanani beralasan pengembalian uang tersebut dikarenakan pihaknya tidak mau disebut melakukan tindakan korupsi dan terdapat perbedaan program kegiatan. Ia menambahkan uang Rp2 miliar tersebut berasal dari kas Pemuda Muhammadiyah. (din/ain)