Pipa PDAM yang Pecah di Kota Bandung Rampung Diperbaiki

CNN Indonesia | Selasa, 27/11/2018 23:08 WIB
Pipa PDAM yang Pecah di Kota Bandung Rampung Diperbaiki Ilustrasi Air Bersih (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pipa transmisi air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung, yang sempat pecah dan menyetop pasokan air warga Bandung, telah rampung diperbaiki. Pasokan air sejumlah rumah Kota Bandung dipastikan berangsur pulih.

"Semua sudah dapat tersambung sejak Senin (26/11) malam," kata Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi di Balai Kota Bandung, Selasa (27/11).




Sonny mengatakan, masih perlu waktu untuk mengalirkan air sampai ke rumah-rumah pelanggan. Hal itu disebabkan adanya kekosongan pipa akibat tak dialiri air selama dua hari.

"Untuk sampai ke pelanggan mungkin butuh sampai Rabu, karena kan ketika kemarin berhenti dua hari, pipa distribusi se-Bandung kan pasti kosong. Berarti perlu waktu mengisi ulang. Walaupun hari ini sudah kita beroperasi normal tapi untuk menormalkan lagi ke masyarakat butuh satu hari lagi," kata dia.

Sebelumnya, pipa transmisi Cisangkuy sempat pecah pada Minggu (25/11) dini hari lalu. Akibatnya, sebanyak 103.569 rumah terdampak pecahnya pipa transmisi Cisangkuy. Pipa berusia 28 tahun itu rusak diperkirakan karena tekanan air yang besar mengalir secara mendadak.

"Penyebabnya karena tekanan besar yang mendadak, karena di situ pipanya sengaja dibedakan. Ketika ada water hammer, atau tekanan air yang bertambah secara mendadak, pipa air di situ yang akan pecah," kata Sonny.



Pipa pecah tersebut berbahan Ductile Cast Iron Pipe (DCIP). Sementara pipa-pipa lainnya berbahan steel yang lebih kuat. Sonny pun memastikan, sistem perawatan pipa sudah sesuai dengan prosedur, yakni dengan mengatur tekanan air dalam pipa. Soal usulan mengganti pipa keseluruhan, Sonny menilai, saat ini hal itu bukan solusi yang bijak. Pasalnya membutuhkan biaya sangat besar untuk mengganti pipa sepanjang 32 km.

"Pilihan bijak saat ini adalah bagaimana kita tetap melakukan upaya preventif sehingga potensi untuk terjadinya bocor ini bisa kita tekan," katanya.

Sementara itu, Sonny menegaskan, pihaknya siap untuk mengganti kerugian lima rumah warga terdampak. Ia sudah menginventarisasi nilai kerugian termasuk untuk penggantian bagi warga.

"Untuk perbaikan pipa biasanya Rp200-300 juta. Untuk warga mungkin tidak lebih dari Rp100 juta," ujar dia. (hyg/ain)