Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dilakukan secara adil dan merata. Pihak penyelenggara dan Kemenpora pun seharusnya turut diperiksa oleh polisi.
"Dalam kasus dugaan korupsi di kemah pemuda yang diadakan [oleh] kantor Menpora, Polri perlu bekerja profesional dan benar-benar menuntaskan kasus ini," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (28/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kasus ini, pemeriksaan telah dilakukan terhadap Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan Ketua Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani. Keduanya, yang merupakan peserta kemah yang diadakan Kemenpora itu, masih diperiksa sebagai saksi.
Guru Besar Kriminologi UI Bambang Widodo Umar, Jakarta, 2015. (Adhi Wicaksono) |
Jika polisi hanya memeriksa Dahnil dan pihak Pemuda Muhammadiyah, Neta menyebut akan ada opini kriminalisasi terhadap pihak oposisi timbul di tengah masyarakat. Hal tersebut, kata dia, dapat menjadi bumerang untuk kepolisian.
"Jika polri tidak fokus melakukan pengusutan terhadap kantor Menpora dan tidak memeriksa Menpora, publik akan merasa aneh, kenapa dalam pemeriksaan kasus ini polisi seperti tebang pilih? Anehnya, saat ini, dalam kasus ini polri justru fokus memeriksa peserta, sementara penyelenggara seperti tidak tersentuh," ucapnya.
Sebelumnya, Dahnil yang memenuhi panggilan polisi pada Jumat (23/11) menyebut pemeriksaannya dalam kasus itu adalah konsekuensi karena dirinya kerap mengkritik pemerintah. Dahnil sendiri merupakan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.
Terpisah, Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia Bambang Widodo Umar menyebut polisi memiliki kewajiban untuk menjelaskan kasus ini kepada publik soal kasus ini. Meski demikian, ia enggan menyimpulkan soal pemeriksaan terhadap Dahnil dan posisinya yang merupakan oposan.
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (kanan), di Polda Metro Jaya, Jakarta (3/10). (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Sebelumnya, Menpora Imam Nahrawi membantah terjadi penyelewengan dana pada pelaksanaan Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia 2017 itu. Menurutnya, proses pengajuan dan pencairan anggaran untuk kegiatan ini pun sudah sesuai prosedur.
Dana yang dialokasi untuk kegiatan itu pun, kata Nahrawi sudah diberikan sepenuhnya kepada kedua belah pihak peserta kemah, yakni Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor.
(arh)
Guru Besar Kriminologi UI Bambang Widodo Umar, Jakarta, 2015. (
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (kanan), di Polda Metro Jaya, Jakarta (3/10). (