Tiga TMB yang gagal tersebut berlokasi di Kebon Jeruk, Rorotan, serta Cipayung.
Susi menyebut kegagalan pembangunan itu dikarenakan kendala dalam proses lelang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata Susi, anggaran pembangunan untuk tiga TMB tersebut akan kembali dianggarkan pada APBD DKI 2019.
Padahal di tahun ini Pemprov DKI merencanakan membangun 10 TMB. Lokasi pembangunan TMB itu diantaranya di kawasan Rorotan, Kampung Baru, Pasar Minggu, Ragunan, Bambu Apus, Pesanggrahan, Kebon Jeruk, Cipayung, dan Lenteng Agung. Total anggaran pembangunan 10 taman tersebut sekitar Rp27 miliar.
Taman yang digagas oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tersebut telah tercantum dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2022.
Taman Maju Bersama merupakan program pengganti program Ruang Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Komponen utama dari konsep pembangunan Taman Maju Bersama adalah pelibatan komunitas atau warga setempat dalam pemanfaatan dan pengelolaannya. Sehingga, interaksi sosial dapat terjadi.
Pembangunan Taman Maju Bersama menggunakan konsep City 4.0 yang bersifat partisipatif-kolaboratif. Masyarakat berperan sebagai co-creator. Pemerintah sebagai kolaborator berupaya menghadirkan apa yang diinginkan oleh masyarakat.