Aksi tersebut bertujuan untuk menyadarkan peserta aksi Reuni 212 agar tidak dijadikan gerakan politik dan kampanye terselebung mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden.
"Bahwa panitia pelaksana Reuni 212 mayoritas tim sukses pasangan calon nomor urut 02. Dan kita lihat itu kampanye terselubung. Meski Prabowo Subianto tidak datang, itu sudah melihat itu memihak," kata Kapitra di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (28/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:PA 212 Belum Setujui Pengunduran Diri Usamah |
Kapitra mengatakan sudah mengajukan izin kepada Polda Metro Jaya terkait aksi ini. Izin tersebut masih dalam proses
Kapitra adalah calon legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, partai yang mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Namun ia menjamin status calegnya tak terkait aksi tandingan.
Dia mengklaim aksi tandingan murni untuk menyadarkan sesama umat islam.
"Enggak ada. Kita enggak mau agama dibawa ke itu, lalu jadi rendah. Jadi, kalau mau dukung, dukung aja, kalau mau kampanye, kampanye aja," kata Kapitra.
"Enggak ada partai politik segala macam di belakangnya enggak ada," ujar dia melanjutkan.