"Kita tunggu dulu dari KNKT, kita tunggu penyebab utamanya. Setelah itu kita bakal cross check hasilnya," kata Dedi di Mabes Polri, Rabu (28/11).
Dedi menyatakan sedianya jatuhnya Lion Air dengan penerbangan JT610 itu bisa ditarik ke unsur pidana jika terindikasi ada kelalaian. Kelalaian pertama dalam hal ini adalah jika seorang staf memberikan rekomendasi kepada pilot yang mengonsumsi obat terlarang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara penyelidikan yang bersifat teknis nanti akan menjadi ranahnya KNKT. KNKT juga berhak untuk memberikan sanksi kepada Lion Air secara kelembagaan jika terbukti bersalah.
"Nanti dilihat apakah penyebab kecelakaan perawatan terhadap pesawat itu kurang apakah suku cadangnya bisa diganti tapi ternyata tidak diganti, maka itu teknis dari KNKT," tutup dia.
Dari hasil penelitian awal, KNKT mengeluarkan dua rekomendasi terkait keselamatan untuk maskapai penerbangan PT Lion Mentari Airlines alias Lion Air.
Rekomendasi pertama, kata Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Kapten Nur Cahyo Utomo, adalah meminta Lion Air menjamin implementasi dari Operation Manual part A subchapter 1.4.2 dalam rangka meningkatkan budaya keselamatan dan untuk menjamin pilot dapat mengambil keputusan untuk meneruskan penerbangan atau tidak.
Rekomendasi kedua, lanjut Nur Cahyo, adalah Lion Air menjamin semua dokumen operasional diisi secara tepat. Pasalnya, pihak KNKT menemukan ketidaksesuaian jumlah awak penerbangan. Pada dokumen weight and balance sheet, terdata ada dua pilot, lima pramugari, dan 181 penumpang.
Diketahui, pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT610 jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10). Berdasarkan penyelidikan KNKT, menjelang terbang pesawat itu mengalami stick shaker atau kemudi pada pilot bergetar. Hal ini merupakan indikasi bahwa pesawat akan mengalami kehilangan daya angkat.
Sehari sebelumnya, pesawat yang sama terbang dari Bali menuju Jakarta. Kondisi pesawat memiliki kendala yang sama dengan yang terjadi saat penerbangan dari Jakarta menuju Pangkalpinang, yakni mengalami stick shaker. (ctr/osc)