Plt Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Harry Hamdani mengatakan pembangunan tiga flyover guna mendukung operasional jalan tol sesuai ketentuan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi Tahun 2018-2029.
"Pembangunan harus disegerakan," kata Harry saat dihubungi, Rabu (28/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari total anggaran Rp281,4 miliar, rinciannya pembangunan flyover Tanjung Barat sebesar Rp103,2 miliar, pembangunan flyover Cakung sebesar Rp90,9 miliar, serta pembangunan flyover Sunter Permai sebesar Rp87,3 miliar. Pembangunan flyover tersebut, kata Harry akan dibangun dengan skema multiyears atau tahun jamak.
"Rumah-rumah mewah di sana menolak untuk dibangun (flyover)," tuturnya.
Meski begitu, Harry mengaku tak tahu persis alasan warga menolak pembangunan flyover Bintaro Permai.
Pemprov DKI, sambung Harry, akan melakukan komunikasi lebih lanjut dengan warga agar pembangunan flyover Bintaro Permai bisa direalisasikan. "Setelah ada musyawarah, bisalah kita kondisikan," katanya.
Sedangkan untuk, flyover Latumenten, kata Harry sampai saat ini masih terkendala dalam pembebasan lahannya. "Latumenten itu trasenya belum bebas, di atasnya (pembangunan flyover) kan tol, kita mau belokin dulu, tapi lahannya masih belum putus, agak alot masalah pembebasan lahan," tutur Harry. (dis/ain)