Izinkan Reuni 212, Anies Bakal Digeruduk Pendemo

CNN Indonesia | Rabu, 28/11/2018 19:50 WIB
Izinkan Reuni 212, Anies Bakal Digeruduk Pendemo Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekelompok masyarakat yang menamakan diri Gerakan Jaga Indonesia (GJI) akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta. Massa pendemo akan meminta pertanggungjawaban Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan atas pemberian izin penyelenggaraan Reuni Alumni 212 di kawasan Monumen Nasional (Monas) pada Minggu (2/12) mendatang.

Aksi unjuk rasa GJI di depan Balai Kota DKI Jakarta akan dilangsungkan pada Kamis (29/11). Mereka akan berdemo sejak pukul 13.00 WIB.

"Kami akan aksi di depan Balai Kota tujuannya untuk minta pertanggungjawaban Gubernur DKI Jakarta kenapa Reuni 212 diberikan izin tempat," kata Koordinator Aksi GJI Tirtayasa dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (28/11).


Ia mengatakan, sejumlah elemen masyarakat dari beberapa organisasi juga akan berdiri bersama GJI di depan Balai Kota untuk menyampaikan penolakan rencana penyelenggaraan Reuni Aksi 212.

"Kami akan berdiri bersama sejumlah elemen masyarakat dan organisasi, mereka akan hadir untuk tolak bersama Reuni 212," ucapnya.

Tirtayasa berpendapat pemberian izin penyelenggaraan Reuni Aksi 212 tahun ini merupakan cara Anies untuk membalas budi atas apa yang telah dilakukan oleh kelompok tersebut

"Kita sama tahu Gubernur DKI Jakarta ingin membalas budi atas apa yang sudah dilakukan teman-teman Reuni 212, ini adalah bentuk balas budi, saya katakan," ucapnya.

Tirtayasa pun mengaku, pihaknya telah melayangkan surat agar dapat beraudiensi dengan Anies secara langsung dan mendapatkan izin dari polisi untuk menggelar unjuk rasa ini.

Terkait penolakan terhadap rencana penyelenggaraan Reuni Aksi 212 tahun ini, Tirtayasa berkata pihaknya telah menyebarkan spanduk dan brosur ke sejumlah wilayah Jakarta.

Spanduk dan brosur itu menyampaikan pesan penolakan terhadap khilafah, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), dan Reuni Aksi 212. Menurut dia, spanduk dan brosur itu akan kembali disebarkan pada malam hari ini.

"Mulai malam nanti akan kami kembali sebarkan spanduk untuk menyatakan sikap kami bahwa ada sebagian dan banyak masyarakat tolak Reuni 212, akan kami sebarkan brosur dan spanduk yang mengeliling Jakarta," ucapnya.

Lebih dari itu, dia mengaku bahwa pihaknya tidak takut dengan intervensi apapun. Kata dia, GJI akan berada di garis terdepan dalam menghadapi kelompok yang ingin merusak tatanan Indonesia.

"Kalau mereka berani, maka kami lebih berani. Kalau mereka akan melakukan hal yang merusak tatanan negara Indonesia, maka GJI bersama seluruh elemen yang ada akan berada di front paling depan menghadapi mereka," ucap Tirtayasa.

Diketahui, Anies tidak melarang kegiatan apapun yang akan diselenggarakan di Monas, termasuk reuni akbar 212. Selain itu, Anies mengonfirmasi dirinya akan menghadiri kegiatan tersebut.

"Seperti tahun lalu saya datang meskipun saya bukan alumni," kata Anies di Balai Kota, Senin (26/11).

Sebagai catatan, Pemprov DKI era Ahok sebagai Gubernur pernah melarang berbagai kegiatan agama diselenggarakan di Monas, Jakarta Pusat.

Sementara salah satu keputusan Anies pada masa awal menjabat sebagai Gubernur DKI per 20 Oktober 2017 adalah mencabut kebijakan larangan kegiatan di Monas. Anies menyebut semua kegiatan bisa digelar di Monas.

Sedangkan reuni Alumni 212 pertama di gelar di Monas pada 2 Desember 2017. Anies sendiri hadir dalam acara reuni Alumni 212 itu (mts/osc)