"Semua kader harus menjaga khitah Persyarikatan Muhammadiyah, yaitu harus menjaga kedekatan yang sama dengan semua partai politik dan calon presiden," kata Cak Nanto kepada CNNIndonesia.com, Kamis (29/11).
Sunanto juga memastikan akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR). Selama berkarier, putera Sumenep itu juga mendedikasikan diri di JPPR sejak 1999.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cak Nanto juga memastikan akan memberikan pendampingan hukum kepada mantan pendahulunya, Dahnil Anzar Simanjuntak. Sunanto mengatakan, bersama kepengurusan barunya, ia akan mempelajari bagaimana kasus dana kemah ini berjalan, baik dari versi pengurus PP Pemuda Muhammadiyah, ataupun dari kepolisian.
Alumnus Pondok Pesantren Sobron, Jawa Tengah, ini terpilih menjadi Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah periode 2018-2022 lewat Muktamar Pemuda Muhammadiyah XVII di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, pada Rabu (28/11) malam.
Dalam perhitungan surat suara, Cak Nanto menang meyakinkan meninggalkan dua pesaing lainnya Ahmad Fanani dan Ahmad Labib. Fanani memperoleh 266 suara dan Ahmad Labib mendapatkan 292 suara. Sedangkan Sukron dan Faisal masing-masing mendapatkan 2 suara. Sementara Andi Fajar 0 suara. (ain/dea)