Ketua MPR Minta Pemerintah Tegas soal Pembunuhan di Papua

CNN Indonesia | Selasa, 04/12/2018 13:37 WIB
Ketua MPR Minta Pemerintah Tegas soal Pembunuhan di Papua Menyikapi pembantaian 31 pekerja di Papua, Ketua MPR Zulkifli Hasan menyatakan perlu ada tindakan tegas, namun tetap sesuai koridor hukum yang berlaku. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan meminta pemerintah bersikap tegas terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga membunuh 31 pekerja proyek jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

"Memang saya kira Papua itu harus ada sikap yang jelas, tegas dari pemerintah, dari aparat keamanan kita," kata pria yang akrab disapa Zulhas usia menghadiri acara Hari Antikorupsi Sedunia 2018, di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (4/12).

Selain itu, Zulhas juga meminta aparat keamanan bertindak tegas terhadap aksi yang dilakukan di Surabaya. Pada Sabtu (1/12), Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menggelar aksi peringatan Hari jadi Papua Barat ke-57. Setelah aksi itu, puluhan mahasiswa Papua ini diamankan polisi.



Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyatakan tindakan tegas yang diambil aparat keamanan harus tetap sesuai koridor hukum yang berlaku di Indonesia.

"Peristiwa ini harus ada (tindakan) tegas, tetapi tentu betul-betul harus sesuai dengan koridor hukum yang ada," ujarnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian menerima informasi ada pembunuhan pekerja proyek jembatan di Kali Yigi dan Kali Aura, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga pada 2 Desember 2018 sekitar Pukul 15.30 WIT. Pembangunan jembatan itu masuk dalam Jalan Trans Papua.


Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal mengatakan dua kamp pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua ini diserbu KKB. Menurut informasi dari masyarakat dan pihak PT Istaka Karya, korban tewas sebanyak 31 orang.

Riciannya, korban tewas pada 1 Desember 2018 sebanyak 24 orang, sedangkan pada 2 Desember sebanyak 7 orang.

Sebelum ada laporan pembunuhan tersebut, manajer proyek PT Istaka Karya paket pembangunan jembatan Habema-Mugi, Cahyo menerima telepon dari nomor ponsel yang biasa dipegang koordinator lapangan, Jhoni. Namun, dia tak paham maksud pembicaraan orang yang menelepon tersebut.

Wakapolri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto pun langsung menuju lokasi pembunuhan 31 pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua itu. Ari Dono bersama sejumlah pejabat utama Markas Besar (Mabes) Polri akan melakukan analisa situasi keamanan di sekitar lokasi.

Aparat yang terjun ke lokasi diproritaskan menyelamatkan korban yang masih hidup.
(fra/pmg)