Cak Imin: Dubes Arab Saudi Harus Segera Minta Maaf

CNN Indonesia | Selasa, 04/12/2018 16:51 WIB
Cak Imin: Dubes Arab Saudi Harus Segera Minta Maaf Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar menuntut Dubes Arab Saudi, Osama bin Mohammed Abdullah al-Shuaibi meminta maaf atas ucapannya di twitter, terkait Reuni Aksi 212, Bendera tauhid, dan GP Ansor (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah al-Shuaibi harus meminta maaf. Cak Imin menilai cuitan Osama di Twitter telah mencampuri urusan dalam negeri Indonesia.

"Saya harap segera minta maaf atas pernyataan itu," ujar Cak Imin usai menghadiri acara Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (4/12).


Cak Imin pada kesempatan itu juga mengapresiasi tindakan yang diambil oleh Kementrian Luar Negeri untuk memanggil Osama guna mengklarifikasi pernyataannya tersebut.


"Saya mengapresiasi Kemenlu mengambil tindakan-tindakan, menegur," katanya.

Osama sebelumny menyinggung aksi 212, pembakaran bendera berkalimat tauhid, dan tudingan tidak langsung GP Ansor sebagai ormas sesat dan menyimpang.

Pernyataan itu menuai reaksi warganet dengan menggulirkan tagar #pulangkanOsamahsuaibi. Kementerian Luar Negeri lantas memanggil Wakil Dubes Arab Saudi untuk menindaklanjuti protes PBNU.


"Karena Dubes Saudi sedang berada di luar negeri, hari Senin siang, Wakil Dubes/Kuasa Usaha Sementara Saudi di Jakarta secara resmi dipanggil ke Kemlu," ucap juru bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir, kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (4/12).

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sebelumnya telah menuntut Osama memberikan klarifikasi atas cuit kontroversialnya tersebut.

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siraj protes keras. Osama dianggap telah melanggar keras hubungan diplomatik Indonesia dan Arab Saudi. Said mengatakan Osama telah melakukan pelanggaran keras diplomatik, yakni mencampuri urusan politik suatu negara di luar kewenangannya.

"Hal ini jelas mengganggu hubungan diplomatik RI-Saudi Arabia, atas dasar ini kami menyampaikan protes keras," kata Said di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (3/12).]


Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Yaqut Cholil Qoumas meminta Kementerian Luar Negeri Indonesia menggunakan korespondensi diplomatiknya untuk meminta klarifikasi kepada Osama. Yaqut menuntut permohonan maaf lantaran cuitan Osama yang menyebut secara tidak langsung GP Ansor sebagai organisasi sesat dan menyimpang.

Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas (CNN Indonesia/Hesti Rika)

"Meminta klarifikasi dan meminta maaf dari Yang Mulia Duta Besar Kerajaan Arab Saudi sehubungan dengan masalah unggahan," ujar Yaqut dalam surat permohonan koresponden diplomatik GP Ansor, Senin (3/12). (ani/ain)