Sekjen Partai Berkarya: Ideologi Kami adalah Pak Harto

CNN Indonesia | Rabu, 05/12/2018 03:10 WIB
Sekjen Partai Berkarya: Ideologi Kami adalah Pak Harto Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso. (Foto: CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso, menegaskan bahwa ideologi partainya adalah pemikiran yang dilahirkan oleh Presiden ke-2 RI Soeharto. Partai Berkarya adalah partai besutan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, putra 'Pak Harto'.

"Tadi Cak Imin menanyakan ideologi partai Berkarya apa, ideologi kami tanpa tedeng aling-aling adalah Pak Harto, yang kami simbolkan," kata Priyo di acara Hari Antikorupsi Sedunia 2018, di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (4/12).

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyindir ideologi Partai Berkarya. Menurut Cak Imin, sebuah partai wajib memiliki ideologi sebagai landasan untuk berjuang.



Cak Imin menyebut PKB memiliki ideologi Nahdlatul Ulama (NU), PDIP memiliki ideologi Sukarno. Namun, Cak Imin mengaku tak mengetahui ideologi yang diusung Partai Berkarya sambil berbicara ke arah Priyo.

"Saya enggak tahu kalau Partai Berkarya ini ideologinya Pak Harto atau apa. Terserah yang jelas ada ide yang mengikat seluruh sistem integritas partai dalam satu cita-cita," tutur Cak Imin.

Dengan ideologi, kata Cak Imin gagasan partai akan turun sampai ke bawah atau kader akar rumput. Menurutnya, politik paling murah adalah politik berbasis ideologi. Cak Imin menyebut partai yang memiliki ideologi akan mudah membangun sistem integritas yang kuat.

"Karena itu menurut saya, satu-satunya untuk merengkuh konsep sistem integritas partai politik yang paling murah dan efektif adalah 'reideologisasi' partai di Indonesia," kata dia.


Saat dikonfirmasi selepas acara, Priyo mengatakan pihaknya tak ragu untuk mendeklarasikan di depan masyarakat bahwa ideologi dan simbol Partai Berkarya adalah 'Pak Harto'. Mantan kader Partai Golkar itu mengklaim 'Pak Harto' membantu elektabilitas partainya.

"Hasil penilitian diantara para presiden yang punya pengaruh besar dan dicintai rakyat terbesar ternyata publik mengatakan, pak Harto yang kedua bung Karno, lalu presiden-presiden berikutnya," kata dia.

Menurut Priyo, 'Pak Harto' saat ini bisa diterima oleh masyarakat luas. Priyo mengklaim banyak masyarakat rindu hidup di era Orde Baru, di bawah kepemimpinan 'Pak Harto'. Dia menyatakan 'Pak Harto' adalah bapak pembangunan dengan sederet jasa besar bagi Indonesia.

"Romantisme kerinduan kepada enaknya zaman Pak Harto tidak bisa dibendung," ujarnya.

(fra/agr)