Prabowo Mengaku Terinsiprasi Sejarah dan Filsafat China

CNN Indonesia | Sabtu, 08/12/2018 05:51 WIB
Prabowo Mengaku Terinsiprasi Sejarah dan Filsafat China Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyatakan bahwa dirinya banyak terinsiprasi dari sejarah dan filosofi bangsa China atau Tiongkok. Hal itu mempengaruhinya selama ini ketika menjadi pemimpin.

Prabowo mengutarakan hal tersebut di hadapan ratusan pengusaha keturanan Tionghoa di Sun City Ballroom, Jakarta, Jumat malam (7/12).

"Bahwa dalam menjalankan kepemimpinan, saya banyak sekali dipengaruhi oleh sejarah Tiongkok, oleh filosofi Tiongkok, oleh pelajaran-pelajaran Tiongkok," tutur Prabowo


Prbaowo mengatakan ada satu kalimat filosofis bangsa Tiongkok yang dipegang teguh hingga saat ini. Dalam bahasa Indonesia, kalimat tersebut berbunyi, 'Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak.'

"Saya menyesal saya baru ketemu ini sesudah saya pensiun. Kalau saya ketemu ini waktu saya mayor, mungkin sudah lama jadi presiden," ucap Prabowo.

Prabowo juga mengatakan dirinya begitu menghormati sejarah dan budaya milik bangsa Tiongkok. Menurutnya, China memiliki sejarah panjang dan merupakan peradaban yang paling tua.



"Tiongkok memiliki peradaban yang paling lama di dunia, lima ribu tahun," tutur Prabowo.

Menurut Prabowo, bangsa Indonesia juga banyak belajar dari sejarah dan budaya Tiongkok. Meski begitu, Prabowo menampik dirinya adalah antek Tiongkok.

Prabowo menjelaskan bahwa segala hal yang baik tidak salah jika diterapkan kembali. Meskipun itu berasal dari bangsa lain sekalipun.

Begitu pula jika ada hal-hal baik dari negara-negara barat. Termasuk Belanda walaupun pernah menjajah Indonesia sekian ratus tahun lamanya. Namun, kembali lagi dia menegaskan, bukan berarti dirinya adalah antek Tiongkok atau barat.

"Kalau saya hormat pada Tiongkok tidak berarti saya anteknya Tiongkok. Sama kalau ada yang baik dari Amerika, Australia, Perancis, Belanda sekalipun yang pernah menjajah kita," ucap Prabowo.

Prabowo kemudian menjelaskan bagaimana dirinya memandang keturunan Tionghoa yang ada di Indonesia. Menurutnya, keturunan Tionghoa sama dengan suku dan etnis lain yang ada di Indonesia.

Oleh karena itu, lanjut Prabowo, etnis Tionghoa pun memiliki kewajiban serta hak yang sama dengan suku dan etnis lainnya. Pula, memiliki tanggung jawab yang sama sebagai warga negara Indonesia.



"Karena itu marilah kita hidup rukun bersama. Marilah kita kerja sama yang baik dalam suasana kerukunan, tutur Prabowo.

Tionghoa dan seluruh etnis yang ada dalam masyarakat Indonesia, kata Prabowo, juga harus dilindungi oleh pemimpinnya, yakni presiden. Prabowo berjanji akan berusaha melindungi seluruh warga negara Indonesia jika terpilih pada Pilpres 2019 mendatang.

"Kalau saya menerima tugas saya akan membela setiap warga negara saya dengan sekuat tenaga saya," ujar Prabowo lalu disambut tepuk tangan para tamu yang hadir.

"Saya berusaha selalu menjaga nilai-nilai pancasila dengan dasar humanisme," lanjutnya.

Prabowo menghadiri Gala Dinner bertajuk Tionghoa dan Bisnis di Mata Prabowo Subianto di Sun City Ballroom, Jakarta, Jumat malam (7/12). Hadir ratusan pengusaha Tionghoa dari berbagai daerah, tak hanya Jakarta.

Prabowo ditemani Titiek Soeharto. Selain itu, sejumlah petinggi Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi turut hadir dalam acara. Mereka adalah Hashim Djojohadikusumo, Maher Algadri, Fuad Bawazier, Sugiono dan beberapa orang lainnya.

Prabowo memperoleh donasi sebesar Rp460 juta dari 16 pengusaha dalam acara tersebut. Selain itu, Prabowo juga dihadiahi patung naga serta lukisan wajah dirinya dan Sandiaga Salahuddin Uno.

(bmw/agr)