Jokowi Unggah Foto Jongkok di Hadapan Putu Wijaya

CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 09:56 WIB
Jokowi Unggah Foto Jongkok di Hadapan Putu Wijaya Presiden Jokowi unggah foto saat memberikan penghargaan pada Putu Wijaya. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengunggah momen kala ia jongkok memberikan penghargaan kepada sastrawan I Gusti Ngurah Ngurah Putu Wijaya lewat akun Facebook resminya.

Menurut Jokowi, budayawan yang akrab disapa Putu Wijaya itu telah mendedikasikan hidupnya untuk kesusastraan dan kebudayaan dalam rentang waktu yang panjang, bahkan sejak usia remaja hingga sekarang di usia 74 tahun.

"Ia telah menulis 30 novel, 40 naskah drama, sekitar 1.000 cerpen, esai-esai, dan karya-karya lain," tulisnya di akun Facebook Presiden Joko Widodo, Senin (10/12).



Pada acara Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 di Jakarta, Minggu (9/12) malam, Jokowi mengaku merasa terhormat dapat menyerahkan Penghargaan Kebudayaan kepada Putu Wijaya yang datang dengan duduk di kursi roda.

Selain Putu Wijaya, ada tiga tokoh budaya lain yang menerima penghargaan yakni Ismojono dan Hubertus Sadirin, anggota tim pemugaran Candi Borobudur pada tahun 1973 hingga 1983, dan sastrawan D. Zawawi Imron, penyair dan pendakwah yang terus menyiarkan kebajikan sastra dan religi ke seluruh Indonesia.

"Terima kasih kepada para tokoh yang telah berkarya nyata dan mendedikasikan hidupnya untuk menjaga agar kebudayaan Indonesia tetap mengakar kuat dan sekaligus tumbuh subur mewarnai belantara budaya dunia," ungkap Jokowi.

Sebelumnya dalam acara tersebut, Jokowi mengatakan masyarakat membutuhkan panggung interaksi yang bertoleransi.

"Menurut saya, kita tidak cukup hanya menjamin ketersediaan panggung ekspresi. Yang kita butuhkan adalah panggung interaksi yang bertoleransi. Yang kita butuhkan adalah panggung toleransi dalam berinteraksi," kata Jokowi.

Jokowi menilai kontestasi kata tanpa toleransi dapat memicu perang kata yang berpotensi saling menghujat, penebaran ujaran kebencian, hingga fitnah. Sementara itu, kontestasi ekonomi tanpa toleransi dapat memperlebar ketimpangan kesejahteraan masyarakat.

"Kontestasi politik tanpa toleransi pun bisa menghalalkan segala cara untuk mencapai kemenangan, itu juga hal yang harus dihindari," kata Jokowi.