Dhani mengaku telah merencanakan untuk ke Jateng bersama dengan Fadli Zon dan Fahri Hamzah serta Rocky Gerung pada Januari 2019 mendatang. Hal tersebut memang telah direncanakannya dalam beberapa waktu terakhir.
Dhani mengaku untuk turun ke Jateng tidak harus bersama Prabowo. Namun mereka akan membentuk tim yang bertujuan untuk menyambangi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dhani menilai salah satu yang harus dilakukan untuk memenangkan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 adalah dengan harus sering turun ke masyarakat.
Dhani mengklaim dirinya telah memiliki data konkret terkait Jokowi gagal dalam bidang perekonomian tersebut. Namun Dhani enggan memaparkannya.
"Kita hanya memberikan fakta ke masyarakat bahwa rezim ini bukanlah rezim yang berhasil, bahwa Jokowi bukanlah presiden yang berhasil tapi presiden yang gagal. Itu yang akan kita suntikan ke masyarakat," ucapnya.
"Iya dong data dong termasuk kemiskinan, data dari BPS, Jokowi itu presiden paling gagal dalam menurunkan kemiskinan," tuturnya.
Sebelumnya Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berencana memindahkan posko pemenangan pusat dari Jakarta ke Jawa Tengah untuk memecah suara PDIP di sana.
Juru Bicara BPN Ferdinand Hutahean menganggap PDIP dan calon presiden nomor Urut 01 Joko Widodo adalah satu kesatuan. Alhasil dengan memecah suara PDIP di sana akan terus menggerus elektabilitas Jokowi di Pemilihan Presiden 2019.
Pada Pemilu 2014 PDIP tercatat mendominasi perolehan suara di Jawa Tengah. PDIP berhasil mendominasi delapan dari 10 daerah pemilihan di Jawa Tengah. Kini Ferdinand menargetkan Prabowo-Sandi bisa merebut setidaknya 35-40 persen suara di Jawa Tengah. (gst/osc)