Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat menghadiri Rakornas Pendidikan Antikorupsi di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Selasa (11/12).
"Beberapa kepala daerah dilakukan OTT setelah pulang dari empat hari ketemu saya," ucap Saut dalam acara itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat bertemu, kenang Saut, dirinya bicara soal menjaga integritas pengusaha di daerah.
"Saya datang menjelaskan, tolong pengusaha di daerah dijaga integritasnya. 'Iya Pak Saut di kita mahzabnya Hanafi, mazhabnya enggak ada duit'. Kurang dari dua bulan kena OTT," ujarnya.
"Kemudian bagaimana membahas anggaran, bagaimana mereka kariernya, bagaimana aset di daerah kami pantau, kami bikin dashboard. Sampai hari ini secara nasional rekomendasi yang dilakukan KPK kurang dari di bawah 50 persen rekomendasi yang kita lakukan," ujarnya.
Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola, salah satu kepala daerah yang terjaring OTT KPK. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
"Untuk Jawa Tengah Pak Jokowi kemarin ada yang booming, ternyata 90 persen dia Boyolali. Rekomendasi kita lakukan bagaimana menaati pajak, bagaimana bidang karier itu semua ada," ujar Saut.
"Orang yang ramah, sopan, sangat rendah hati, menolong orang lain, penyayang, itu kan sifat-sifat ilahi. Kita bukan menciptakan orang setengah dewa lagi, kita menciptakan orang mirip Tuhan sekarang," kata Saut.
KPK bakal menggandeng sejumlah kementerian seperti Kemenristekdikti, Kemendikbud, hingga Kementerian Agama untuk menyusun kurikulum itu. Rencananya, kurikulum akan rampung 2019 dan bakal diterapkan di semua jenjang pendidikan. (sah/wis)
Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola, salah satu kepala daerah yang terjaring OTT KPK. (CNN Indonesia/Hesti Rika)