Hal itu disampaikan Tjahjo menanggapi pernyataan Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang menantang dirinya mundur dari jabatan terkait temuan ribuan e-KTP yang tercecer di wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur.
"Menurut saya tidak fair kalau pelaku kejahatan tindak pidana yang dilakukan orang lain yang secara sengaja, tapi kesalahannya ditimpakan kepada Kemendagri," kata Tjahjo melalui keterangan tertulisnya, Selasa (11/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Tjahjo, orang yang bertanggung jawab dalam kasus itu adalah oknum tertentu yang tengah diselidiki oleh kepolisian. Meskipun, ia masih enggan untuk menyimpulkan apakah oknum ini berasal dari internal Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta atau pihak luar.
Ribuan lembar KTP yang ditemukan di lahan kosong di Kampung Banjarsari, Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, (11/09). (Yandhi Deslatama) |
"Ketika saat saya masuk jadi menteri masalah KTP tersebut sudah ada. Secara perlahan dan pasti, jajaran Kemendagri khususnya Dukcapil telah mampu mengurai masalahnya, mampu telah selesaikan masalah-masalah KTP," klaim dia.
Tjahjo mengaku kesulitan untuk mencegah e-KTP kedaluwarsa tercecer. Ia membandingkan kasus ini seperti halnya pemalsuan uang yang akan terus berulang.
"Untuk menjamin biar tidak keulang kan sulit," ucap dia.
"Ya gimana, ini Indonesia, kalau di rumah saya ya saya jagain 24 jam. Sama dengan orang nyetak uang palsu kan bisa setiap saat muncul," ujarnya.
Pemusnahan e-KTP rusak oleh petugas Kemendagri di Bogor, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
"Pengawasan sudah. Lah, ketat. Namanya oknum kok membawa pulang ke rumah. Enggak boleh lho kalau sampai dibawa dicecer di jalan itu sudah pidana itu," ujarnya.
Terlepas dari itu, Tjahjo menyatakan Kemendagri tidak akan membentuk satuan tugas untuk menyelidiki kasus tercecernya e-KTP ini dan menyerahkan sepenuhnya kepada polisi.
"Enggak [buat satgas], kita serahkan ke polisi," ucapnya, yang merupakan eks Sekjen PDIP itu.
"Saudara Tjahjo Kumolo sebaiknya mengundurkan diri saja. Ini enggak becus mengurus masalah e-KTP, mengurus DPT dan juga mengurus data-data kependudukan," kata Fadli di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (11/12).
E-KTP yang berserakan ditemukan di daerah Jalan Bojong Rangkong, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur. Sebelum kasus ini, temuan e-KTP tercecer terjadi di Bogor dan Serang.
(fhr/sah)
Ribuan lembar KTP yang ditemukan di lahan kosong di Kampung Banjarsari, Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, (11/09). (
Pemusnahan e-KTP rusak oleh petugas Kemendagri di Bogor, beberapa waktu lalu. (