PUPR: 120 Hunian Sementara Siap Dihuni Korban Gempa Palu

CNN Indonesia | Rabu, 12/12/2018 21:51 WIB
PUPR: 120 Hunian Sementara Siap Dihuni Korban Gempa Palu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut 120 unit hunian sementara siap digunakan korban gempa Palu. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan 120 unit hunian sementara siap ditempati warga terdampak gempa Palu, Sulawesi Tengah, pada 17 Desember. Hunian itu berlokasi di sejumlah titik di tiga kabupaten yakni Palu, Sigi, dan Donggala.

"Nanti tanggal 17 sudah siap pakai 120 unit, termasuk listriknya," ujar Basuki usai rapat evaluasi penanganan bencana di kantor wakil presiden, Jakarta, Rabu (12/12).

Tiap satu unit, kata Basuki, akan dihuni 12 kepala keluarga. Kemudian tiap kepala keluarga masing-masing akan menempati satu ruangan seluas 17 meter persegi.


Selain fasilitas listrik, pemerintah juga menyediakan kipas angin di tiap ruangan. "Jadi orang akan lebih nyaman tinggal di situ daripada di tenda," katanya.

Lebih lanjut Basuki menuturkan, pihaknya telah menyiapkan 669 unit dari target 1.200 hunian sementara yang akan dibangun. Proses pembangunan hunian itu tak bisa dilakukan sekaligus karena pemerintah daerah perlu menyediakan lahannya.

"Harus ada tanahnya, itu kan ada yang milik pemda, ada yang milik warga. Jadi yang sudah oke baru 669, tapi ini akan terus (dilanjutkan) sampai 1.200," terang Basuki.

Contoh Contoh "Integrated Community Shelter" atau hunian sementara untuk korban gempa di Lombok Utara, NTB. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Sementara bekas permukiman yang terdampak likuifaksi seperti Balaroa dan Petobo, kata dia, akan dibangun taman. Permukiman ini termasuk zona merah yang tak boleh lagi dihuni.

"Akan kita buat sebagai memorial park, sebagai peringatan. Intinya daerah yang (masuk zona) merah itu akan jadi ruang terbuka hijau. Seperti itu kira-kira konsepnya," ucapnya.

Di tempat yang sama, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan pemerintah bakal mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa Palu, Sulawesi Tengah; dan Lombok, Nusa Tenggara Barat.


"Kita memutuskan semua mempercepat. Lombok itu mempercepat pembuatan komponennya dan di Palu segera menetapkan wilaya mana saja yang kita relokasi dan pembangunan rumah rakyat," ujar dia.

Untuk proses relokasi di Palu, kata JK, pemerintah setempat telah menentukan daerah mana saja yang akan dihuni. Nantinya pembangunan akan menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Sementara untuk korban gempa di Lombok, seluruh dana bantuan akan diserahkan pekan depan.

Tenda tempat tinggal terpadu bagi pengungsi terdampak gempa di Loli Saluran, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Sabtu (13/10). Tenda tempat tinggal terpadu bagi pengungsi terdampak gempa di Loli Saluran, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Sabtu (13/10). (ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang)
"Jadi yang rumahnya rusak berat itu sudah dikasih dananya, dari 50 juta sudah dikasih 50 persen. Itu akan diberikan lagi minggu depan, semua akan diselesaikan," katanya.

Pada awal September lalu, pemerintah menyatakan bakal memberi bantuan dana tahap pertama sebesar Rp10 juta kepada setiap pemilik rumah yang rusak akibat gempa Lombok.

Pemerintah telah mengidentifikasi rumah yang rusak ringan sampai berat sebanyak 78 ribu rumah pasca gempa. Dari total itu, sekitar 20 ribu rumah teridentifikasi rusak berat. (psp/arh)