"Aksi damai, pukul 15.00 WIB, kemungkinan yang hadir puluhan," kata seorang keluarga korban Lion Air, Anton Sahadi saat dihubungi CNNIndonesia.com.
Anton mengatakan selain menuntut pemerintah untuk melakukan pencarian ulang, keluarga korban juga meminta agar proses pencairan hak ahli waris dipercepat. Keluarga juga menagih janji Lion Air yang menyatakan akan segera melakukan pencarian ulang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Identifikasi para korban pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat resmi berakhir Jumat (23/11).
"Dulu AirAsia yang maskapai asing saja pencariannya berpuluh-puluh hari. Ini yang maskapai yang katanya kebanggaan Indonesia tak maksimal. Lion Air tidak bertanggung jawab, " kata dia.
Terkait pencairan santunan, Anton mengatakan, belum semua keluarga korban mendapatkannya.
Lion Air, sebelumnya, menyatakan keluarga korban akan menerima santunan Rp1,3 miliar lebih. Jumlah santunan itu di antaranya mencakup ganti rugi atau klaim asuransi dan bagasi.
Anton mengatakan kemungkinan keluarga akan terus menggelar aksi untuk menyuarakan aspirasi. "Tidak menutup kemungkinan, kami akan menginap di kantor Lion Air," katanya.
Sementara itu juru bicara Lion Air, Danang Mandala Prihantoro belum bisa memberikan pernyataan detail terkait rencana aksi damai keluarga korban Lion Air ini.
(ugo/ugo/sur)