Jokowi Janji Tambah Penerima PKH pada 2020 Jadi 15,6 Juta KK

CNN Indonesia | Kamis, 13/12/2018 12:02 WIB
Jokowi Janji Tambah Penerima PKH pada 2020 Jadi 15,6 Juta KK Presiden Joko Widodo menjanjikan peningkatan cakupan PKH menjadi 15 juta penerima pada 2020. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menjanjikan bakal menambah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) pada 2020. Menurut dia, peningkatan jangkauan penerima PKH sebagai salah satu upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kalau (program) ini nanti sudah mapan di 2020, saya ingin kurang lebih 15,6 juta harus dapat PKH," kata Jokowi dalam sambutannya di acara Jambore Sumber Daya PKH Tahun 2018 di Istana Negara Jakarta, Kamis (13/12).

Jokowi menjelaskan, hingga tahun ini penerima PKH tercatat mencapai 10 juta KK (Kepala Keluarga). Angka ini diklaim meningkat tiga kali lipat dibanding tiga tahun terakhir. Pada 2015, kata Jokowi, penerima PKH di bawah 3,5 juta KK. Kemudian angka itu meningkat pada 2016 menjadi 3,5 juta penerima.



"Tahun lalu penerima PKH meningkat menjadi 6 juta KK dan menjadi 10 juta KK tahun ini," kata Jokowi.

Jokowi berpendapat peningkatan itu mengharuskan para koordinator bekerja lebih keras mendampingi keluarga penerima manfaat sehingga tingkat kehidupannya membaik. Para koordinator juga diinstruksikan memvalidasi data penerima sehingga bisa tepat sasaran.

"Memastikan penyaluran dana itu benar sampai penerima manfaat. Karena kita tahu Rp19 triliun 2018 dan tahun depan meloncat jadi Rp34 triliun," tutur mantan Wali Kota Solo ini.

Tak hanya itu, Jokowi juga menginstruksikan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita meningkatkan kualitas para koordinator atau pendamping PKH. Kata dia, hal itu bisa dilakukan dengan mengirimkan mereka belajar ke luar negeri.



"Bisa melanjutkan sekolah atau training dengan membandingkana negara lain supaya terbuka wawasan kita," ucap mantan Wali Kota Solo ini.

Presiden berpendapat peningkatan kualitas pendamping diperlukan agar memiliki semangat yang sama dengan pemerintah mengentaskan kemiskinan serta ketertinggalan 15,6 juta keluarga Indonesia.

Sementara itu, Mensos Agus Gumiwang menyebutkan PKH merupakan program prioritas pemerintahan Presiden Jokowi. PKH bertujuan antara lain untuk mengurangi kemiskinan dan kesenjangan, mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin, meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan, juga mendorong KPM hidup mandiri.

Ia menyebutkan pelaksanaan PKH tidak lepas dari peran 39.700 pendamping PKH yang tersebar di 34 provinsi. "Penyelenggaraan jambore ini dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM pendamping PKH, " katanya.


Agus menyebutkan jambore itu diikuti 598 peserta dari seluruh Indonesia. Tujuan jambore antara lain untuk menyosialisasikan arah kebijakan pemerintah dalam memerangi kemiskinan dan ketimpangan, mendorong SDM pendamping PKH berperilaku santun, mampu bekerja sama dengan rakyat dan memiliki keterampilan berkomunikasi. (chri/ain)