"Ada yang mencela dan mencaci, jadi gubernur juga, meskipun sedih caci maki, dicela, dihujat," kata Jokowi, ketika menghadiri peluncuran buku 'Jokowi Menuju Cahaya', di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (13/12).
Ia menyatakan kerap mendapati cacian-cacian masyarakat kepadanya berupa ucapan kasar di media sosial. Jokowi merasa sedih karena perilaku seperti itu tidak mencerminkan budaya Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Jokowi soal Fitnah dan Hoaks: Sudah Biasa |
Oleh sebab itu, ia belakangan ini semakin giat mengajak masyarakat mengubah pola pikir dan hijrah menjadi lebih baik. Perbedaan pilihan politik menurutnya hal biasa dan tak harus mengorbankan persatuan yang selama ini terbentuk.
Namun, kali ini dirinya mengambil tindakan dengan mengklarifikasi langsung kepada masyarakat. Menurutnya, hal itu diperlukan sebab isu-isu itu tidak berhenti meski dirinya tak menanggapi.
Klarifikasi turut diberikan guna mengajak masyarakat berpolitik dengan etika serta mengkritik berdasarkan fakta dan data.