Kubu Prabowo Minta Perusak Baliho Demokrat Ditindak

CNN Indonesia | Sabtu, 15/12/2018 18:26 WIB
Kubu Prabowo Minta Perusak Baliho Demokrat Ditindak Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Ferry Juliantono menyebut foto Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ani Yudhoyono dalam baliho juga dirusak oleh orang tak dikenal. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Ferry Juliantono meminta perusak baliho Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau ditindak. Foto Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ani Yudhoyono dalam baliho juga dirusak oleh orang tak dikenal

"Saya enggak tahu itu siapa yang ngerusak. Kalau misalkan ada buktinya ya silahkan ditindaklanjuti," kata Ferry di Jakarta, Sabtu (15/12).

Ferry kemudian membandingkan poster wajah calon presiden nomor 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang terpasang aman di sejumlah wilayah di Jawa Tengah. "Jadi memang udah menurut saya ini agak punya kecenderungan berpihak gitu," ujarnya.


Sementara itu, Kepala Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyatakan seorang terduga pelaku perusakan baliho Demokrat dan SBY telah ditangkap polisi. Saat ini, terduga pelaku tengah diperiksa di Polres Pekanbaru.


"Satu orang dditangkap. Sedang diperiksa polisi," kata dia kepada CNNIndonesia.com.

Sebelumnya, SBY bersama Sekretaris Jenderal Demokrat Hinca Panjaitan dan pengurus Demokrat melihat kondisi bendera penyambutannya di Pekanbaru, Riau, yang dirusak pada Sabtu (15/12).

SBY menyampaikan keluhan atas perusakan itu yang terekam dalam video yang diambil Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari.

Dalam video itu, SBY terlihat berjalan di trotoar bersama Hinca. Di trotoar itu, SBY melihat satu spanduk Demokrat yang diikat kepada bambu sudah jatuh ke jalan.


Presiden keenam Indonesia ini juga menyinggung isu Pilpres 2019 dan menekankan bahwa ia tak mencalonkan diri menjadi rival Presiden Joko Widodo, yang hari ini juga sedang melakukan kunjungan kerja di Pekanbaru.

"Mengadu pada Allah SWT apa yang terjadi. Saya ini bukan capres. Saya tidak berkompetisi dengan Bapak Presiden Jokowi," tuturnya.

Sementara Hinca memastikan satu orang yang telah diamankan itu sudah mengakui perbuatannya sebelum akhirnya diperiksa dengan intensif oleh polisi. Menurut Hinca, pelaku mengaku dibayar Rp100 ribu untuk merusak baliho Demokrat dan SBY.

"Satu orang sudah diamankan. Dia mengaku dibayar Rp100 ribu saja untuk merusak. Tapi kami yakin ada aktor intelektualnya," kata Hinca kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (15/12). (fra/agi)