Gunung Soputan Siaga, Penerbangan Sulut Belum Terdampak

Antara, CNN Indonesia | Minggu, 16/12/2018 13:51 WIB
Gunung Soputan Siaga, Penerbangan Sulut Belum Terdampak Gunung Soputan mengalami sejumlah erupsi, Minggu (16/12). Kendati demikian, aktivitas penerbangan disebut belum terdampak. (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktivitas penerbangan di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Provinsi Sulawesi Utara terpantau masih normal pascaerupsi Gunung Soputan, Minggu (16/12) pagi. Tak ada perubahan jadwal penerbangan meski Soputan mengalami tiga kali erupsi sejak dini hari dan masuk level III (siaga).

"Penerbangan di Bandara Samrat (Sam Ratulangi) masih berjalan normal," kata Humas PT Angkasa Pura I Bandara Samrat, Angga Maruli di Manado, dikutip Antara, Minggu (16/12).

Angga juga menambahkan sampai saat ini masih belum ada pengaruh dan operasional udara. Semuanya masih tampak berjalan lancar. Pihaknya masih terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas keudaraan sekitar Sulawesi Utara.



"Kami masih akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Gunung Soputan yang berada di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulut kembali erupsi sebanyak tiga kali sejak Minggu dini hari.

Data dari Pos Pemantau Gunung Soputan di Silian, erupsi pertama terjadi pada pukul 01:02 Wita, dengan aplitudo 40 milimeter disertai suara gemuruh. Sementara itu letusan kedua terjadi pukul 03:09 Wita, dengan tinggi kolom abu mencapai 3.000 meter dari puncak gunung.

Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke tenggara. Erupsi terekam dalam seismograf dengan aplitudo 40 milimeter, " kata Kepala Pos Pemantau Gunung Soputan, Asep Saifullah di Silian.

"Sementara pada pukul 05:40 Wita kembali terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu teramati 7.000 meter dari puncak gunung," tulis laporan dari pos pemantau.

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho membenarkan bahwa Gunung Soputan masih terus erupsi dan keluarkan abu vulkanik.


Terpantau hingga Minggu siang, tinggi kolom abu telah mencapa 3-7 kilometer di udara. Sebaran abu ke tenggara-barat. Hujan abu jatuh di beberapa wilayah di Kab Minahasa Tenggara.

"Masyarakat belum perlu mengungsi. 20 ribu masker telah dibagikan kepada masyarakat," kata Sutopo, Minggu (16/12).