Selain itu, kalangan pendukung Prabowo-Sandi juga lebih banyak memiliki akun media sosial yang mencurigakan. Cirinya, akun yang baru dibuat dan dengan pengikut atau follower sedikit.
Hal itu didasarkan oleh analisis media sosial dari perusahaan analis big data GDILab (Generasi Digital Indonesia) sepanjang 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itu didasarkan atas tiga hal. Pertama, perbandingan jumlah konten unggahan orisinal dan bukan unggahan ulang atau retweet.
Dua kompetitor di PIlpres 2019, Prabowo Subianto (kiri) dan Joko Widodo (kanan). (REUTERS/Darren Whiteside) |
Di sisi lain, pendukung Prabowo-Sandi hanya memiliki 1,3 persen konten asli alias hasil postingan sendiri. Sementara, konten retweet mencapai 89,7 persen, dan hanya 8,9 persen membalas. Contohnya, dalam hal isu reuni 212.
Kedua, koordinasi yang baik dalam isu tertentu. Uje berpendapat konten yang dihasilkan kubu Prabowo-Sandi lebih terkoordinasi dengan baik. Namun secara interaksi, konten pendukung Jokowi dinilai lebih baik.
Menurut Uje, konten yang baik adalah konten yang terjadi melalui percakapan. Jadi, ketika ada yang menyampaikan sebuah informasi, ada yang menerimanya.
"Kalau sekarang yang terjadi tidak seperti itu. Kebanyakan konten setelah disampaikan langsung disebarkan, bukan dikonfirmasi dulu," lanjutnya.
Aksi reuni 212 menjadi salah satu isu yang kompak dibicarakan para pendukung Prabowo-Sandi. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan) |
"Beberapa di antaranya banyak yang baru lahir di bulan Desember. Ada 3,8 persen akun yang terlibat di kluster Jokowi-Ma'ruf dan terindikasi, sedangkan 4,9 persen akun yang terlibat di kluster Prabowo-Sandi yang terindikasi," lanjutnya.
"Secara prosentase, terhadap keterlibatan di masing-masing akun, kluster Prabowo-Sandi prosentase suspicious account lebih besar," Uje menambahkan.
"Kalau ada konsultan atau enggak, saya tidak tahu, tapi yang pasti itu memang terpusat. Kita enggak sampai membedah siapa mastermind," tutupnya.
Pihak Prabowo-Sandi maupun kubu Jokowi-Ma'ruf belum menanggapi perihal hasil analisis ini.
(kst/arh)
Dua kompetitor di PIlpres 2019, Prabowo Subianto (kiri) dan Joko Widodo (kanan). (
Aksi reuni 212 menjadi salah satu isu yang kompak dibicarakan para pendukung Prabowo-Sandi. (