Video Giring PSI 'Menikah Lagi' Serukan Tolak Poligami

ANTARA, CNN Indonesia | Senin, 17/12/2018 08:38 WIB
Video Giring PSI 'Menikah Lagi' Serukan Tolak Poligami Giring Ganesha menolak poligami. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Musisi sekaligus calon legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha menolak segala bentuk poligami melalui sebuah unggahan video di Instagramnya. Dalam video tersebut ia menyindir alasan pria-pria berpoligami demi membantu perempuan lain yang kesusahan.

Video sindiran ini sejalan dengan pernyataan Ketua Umum PSI, Grace Natalie, pekan lalu. Grace menolak segala bentuk poligami dan melarang seluruh pengurus dan calegnya untuk melakukan praktik tersebut.

Grace menyampaikan berdasarkan riset LBH APIK tentang poligami menyimpulkan bahwa pada umumnya praktik poligami menyebabkan ketidakadilan, yang mengakibatkan perempuan yang disakiti dan anak yang ditelantarkan. Poin itu yang diangkat oleh Giring dalam videonya.


Dikutip Antara, Senin (17/12), pada video tersebut, pria yang dikenal dengan panggilan Giring Nidji itu tengah berbincang dengan istrinya, Cynthia, di tempat tidur.

Giring mengatakan temannya mengenalkan seorang perempuan kepada dirinya. Perempuan tersebut disebut Giring hidupnya kurang beruntung.
[Gambas:Instagram]
Singkat cerita Cynthia pada akhir video menangis karena suaminya ingin menikah lagi. Kesedihan Cynthia semakin dalam ketika Giring menyatakan akan tetap mencintainya dan berusaha adil.

Video tersebut sengaja dibuat oleh Giring sebagai bentuk penolakan terhadap poligami. Menurutnya tidak ada yang didapat oleh para perempuan yang menjadi korban poligami.

"Jika poligami bertujuan untuk mewujudkan keadilan, ini keadilan bagi para perempuan?" ucapnya.

"Sebagai seorang suami yang mencintai istri saya, sebagai seorang ayah yang mencintai anak-anak, saya sangat menentang dengan perilaku poligami," ujar Giring.

Giring PSI Pertanyakan Keadilan untuk Perempuan dan PoligamiKetum PSI Grace Natalie. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Dianggap Intoleran

Gagasan PSI dinilai intoleran dan arogan ketika menyatakan sikap menolak poligami dan akan memperjuangkan pemberlakuan larangan pejabat publik di Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif, serta Aparatur Sipil Negara untuk berpoligami.

"Betapa tidak, Grace Natalie yang selama ini sering mengampanyekan Indonesia yang toleran sepertinya gagal membawa pesan itu dalam tatanan praktik," kata Ketua Umum Syarikat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI), Farhan Hasan, dikutip Antara.

Ia menilai Grace tidak mengerti syariat Islam. Farhan menyebut poligami adalah bagian dari Syariat islam yang ditetapkan menurut Al-Quran, Sunnah, dan Ijma' para ulama.

"Syariat Poligami tersebut berlaku sepanjang zaman hingga hari akhir," kata Farhan.

Meskipun dibolehkan, syariat Islam juga memberikan syarat yang tujuannya untuk melindungi hak-hak perempuan, di antara syarat itu adalah berlaku adil. Sang suami haruslah memiliki kemampuan untuk berlaku adil diantara istri-istrinya.

"Keadilan yang dibebankan oleh Allah disesuaikan dengan kemampuan suami yaitu memperlakukan para istri dengan baik dan tidak mengutamakan sebagian yang lain dalam hal-hal yang termasuk dalam ikhtiar, seperti pembagian jatah bermalam dan nafkah," kata Farhan.

Bagi seorang muslim, kata dia, semua syariat Allah itu baik dan mengandung maslahat, baik maslahat murni yang tidak ada keburukannya, maupun mashlahat rajihah dengan lebih banyak atau lebih sedikit keburukannya dari dua kondisi yang ada.

"Termasuk dalam hal ini syariat poligami yang telah dihalalkan oleh Allah di dalam kitab suci-Nya, dihalalkan oleh Rasul-Nya, serta disepakati oleh umat Islam," paparnya.

Karena itu, dari pada menyoroti ajaran Islam, Farhan mengimbau ada baiknya PSI menyoroti para pejabat yang melakukan tindakan-tindakan yang tidak bermoral yang dilarang oleh seluruh agama.

"Dengan begitu PSI dapat mewujudkan visi Indonesia yang toleran dan berkeadaban," tuturnya. (osc)