KPU Tanggapi soal Ribuan Kotak Suara 'Kardus' Rusak di Badung

CNN Indonesia | Senin, 17/12/2018 16:40 WIB
KPU Tanggapi soal Ribuan Kotak Suara 'Kardus' Rusak di Badung Ketua KPU, Arief Budiman menanggapi kabar kotak suara yang rusak karena banjir di Badung, Bali. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman menanggapi kabar rusaknya 2.056 kotak suara karton kedap air di Badung, Bali, karena terendam banjir. Arief menegaskan kerusakan tersebut bukan ukuran bahwa kotak suara yang belakangan disebut kotak suara kardus itu rentan rusak.

"Semua orang tidak bisa menghindar dari bencana alam seperti itu. Kotak suara ini disimpan di gudang dan gudang tenggelam karena banjir. Orang tidak bisa menghindar dari itu," ucap Arief di Kantot KPU, Jakarta, Senin (17/12).

Menurut dia, kotak suara karton itu rusak karena terendam banjir saat disimpan di gudang. Hal itu tidak bisa dijadikan tolok ukur bahwa kotak suara karton akan mudah rusak saat digunakan di Pemilu 2019.



"Tetapi kalau pas dia dijalankan sebagai kotak suara, misal membawa logistik kemudian mendistribusikan logistik ke TPS, ternyata ketika dipakai untuk membawa logistik ke TPS dia jebol. Ya itu kalau begitu, orang boleh dan patut khawatir soal kotak suara ini," ucap Arief.

Arief mengatakan kotak suara yang rusak itu bakal diganti oleh KPU. Pihaknya bakal memproduksi kembali kotak suara sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.


Kendati begitu, Arief mengaku belum mendapat laporan dari KPUD Badung, Bali mengenai 2.056 kotak suara karton yang rusak akibat terendam banjir itu.

"Terus terang ya saya belum terima reportnya itu. Tapi memang ada gangguan karena ada bencana banjir. Kalau memang rusak sebab banjir ya kami ganti. Produksi lagi," kata Arief.

Sebelumnya, sebanyak 2.065 kotak suara 'kardus', atau oleh KPU disebut sebagai karton kedap air, di Kabupaten Badung, Bali rusak terendam banjir. Akibatnya ribuan kotak suara itu tak bisa digunakan untuk Pemilu 2019.


"Iya, terendam air 2.065 kotak suara ditaruh di gudang (logistik)," kata Ketua KPUD Badung I Wayan Semara Cipta dikutip Detik.com, Senin.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (8/12) lalu sekitar pukul 03.00 Wita. KPUD Badung baru menerima laporan dari polisi yang berjaga di kantornya pukul 06.00 Wita. Selain 2.065 kotak suara 'kardus', ada pula 110 bilik suara yang rusak. (sah/ain)