"Banten masih perlu perjuangan, usaha keras di Banten, tentu. Tapi kita harapkan itu akan positif nanti pada waktunya," ujar JK usai memimpin rapat evaluasi kampanye TKN di kediamannya, Brawijaya, Jakarta, Senin (17/12).
Selain Banten, lanjut JK, elektabilitas di sejumlah daerah telah meningkat secara signifikan di antaranya di Sumatera dan Sulawesi Selatan. Sementara di beberapa daerah yang selama ini unggul masih dapat dipertahankan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK mengklaim dari hasil kampanye dua bulan terakhir, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf terus meningkat. Ia menampik sejumlah hasil survei yang menyebut penurunan elektabilitas pasangan calon tersebut.
Ia menekankan pentingnya kampanye yang bersih agar semakin meningkatkan perolehan elektabilitas di daerah yang sudah unggul. "Kampanye harus sehat, yang bersaing, mengemukakan apa yang akan dilaksanakan apabila menang. Harus sinkron secara keseluruhan," ucap JK.
JK juga mendorong koordinasi antara pasangan calon dengan caleg mengingat pelaksanaan pilpres dan pileg digelar bersamaan pada April 2019. Terlebih sesuai pedoman KPU saat ini tak ada lagi kampanye massa besar-besaran di jalan menggunakan sepeda motor.
"Jadi bagaimana mensinkronkan pemilihan legislatif dengan pilpresnya. Itu perhatian kita," imbuh JK.
Pada November lalu, Jokowi juga telah menyampaikan bahwa dirinya bersama Ma'ruf masih kalah sembilan persen di Banten. Meski tak merinci lembaga survei yang ia maksud, Jokowi menekankan dirinya masih tertinggal dengan Prabowo-Sandi. (psp/wis)