Pramono menegaskan tak ada perubahan signifikan dari hasil sejumlah lembaga survei terkait elektabilitas Jokowi-Ma'ruf beberapa waktu belakangan.
"Ya, saya berpegangan pada lembaga survei yang kredibel yang sudah mengumumkan ke publik. Walaupun hasil (survei internal) kami tidak berbeda jauh dengan apa yang diumumkan ke publik," ujar Pramono saat ditemui usai rapat koordinasi TKN di kediaman pribadi Jusuf Kalla, di Brawijaya, Jakarta, Senin (17/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Pramono, rendahnya elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di sejumlah daerah tak lepas dari jumlah warga yang belum memutuskan hak pilihnya. Ia memprediksi ada sekitar 10 hingga 12 persen warga yang belum memutuskan hak pilih.
Sekretaris Kabinet ini mengatakan TKN telah memiliki survei internal yang mengukur elektabilitas Jokowi-Ma'ruf. Ia mengakui dari hasil survei itu menunjukkan ada sejumlah daerah yang masih perlu ditingkatkan untuk mengerek elektabilitas Jokowi-Ma'ruf.
"Masih banyak yang harus dirawat, dijaga, daerah mana saja yang harus dipenetrasi," katanya.
Ia membantah bahwa absennya Ma'ruf dalam kampanye belakangan ini berpengaruh pada merosotnya elektabilitas pasangan calon nomor urut 01 itu. Menurut Pramono, elektabilitas yang diraih merupakan hasil kerja sama Jokowi dengan Ma'ruf.