Diadang di Mabes TNI AD, Aktivis Papua Berorasi di Komnas HAM

CNN Indonesia | Rabu, 19/12/2018 13:32 WIB
Diadang di Mabes TNI AD, Aktivis Papua Berorasi di Komnas HAM Aliansi Mahasiswa Papua, Front Rakyat Indonesia untuk West Papua berunjuk rasa di kawasan Monas, Jakarta, Rabu, 19 Desember 2018. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gabungan aparat TNI dan Polisi mengadang puluhan aktivis dari Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP), Aliansi Mahasiswa Papua, dan Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Indonesia (AMPTPI) di Pintu Utara Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Rabu (19/12)

Sebelumnya, para aktivis tersebut berencana melakukan aksi di depan Mabes TNI AD. Aksi ini memperingati 57 tahun operasi militer Trikora yang mereka anggap ilegal.


Dalam orasinya, para aktivis juga menuntut kemerdekaan untuk Papua Barat serta seruan untuk menghentikan pembantaian rakyat di Nduga.


"Kita selalu dimusnahkan di tanah kita sendiri kawan-kawan," kata salah satu perwakilan aktivis dalam orasinya.

Namun, tak bisa melakukan aksi di depan Mabes TNI AD tersebut, para aktivis itu pun bergerak ke Kantor Komnas HAM yang berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Juru bicara FRI-WP, Surya Anta menjelaskan aksi memperingati Trikora itu tetap mereka lakukan meski gabungan personel TNI dan Polri sudah dikerahkan untuk melarang mereka.

"Kita setelah dari sini akan ke Komnas Ham," ujar Surya.

Kemudian, sekitar pukul 13.00 WIB, para aktivis itu tiba di depan Kantor Komnas HAM. Namun, mereka tak bisa masuk ke dalam halaman akibat pagar yang ditutup. Walhasil, para aktivis itu pun melakukan aksi di luar kantor Komnas HAM.

Surya Anta salah satu yang melakukan orasi menuntut komisioner Komnas HAM agar mau menemui mereka dan membicarakan perihal dugaan pelanggaran HAM yang terjadi di Papua.

(fir/kid)