Detik-Detik Pengeroyokan Anggota TNI oleh Juru Parkir

CNN Indonesia | Jumat, 14/12/2018 14:32 WIB
Detik-Detik Pengeroyokan Anggota TNI oleh Juru Parkir Polda Metro Jaya memberikan keterangan terkait kasus penganiyaan pada anggota polisi yang diduga dilakukan lima tersangka di kawasan Cibubur. Jakarta, Jumat, 14 Desember 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Timur sudah menangkap seluruh pelaku pengeroyokan anggota TNI di Cibubur, Jakarta Timur beberapa hari lalu. Dua anggota TNI jadi korban dalam pengeroyokan itu, yakni Kapten Komarudin dan Pratu Rivo Nanda.

Terkait pengeroyokan itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Pol Argo Yuwono mengungkapkan awal mula pengeroyokan tersebut.

Berawal ketika Kapten Komarudin mengendarai motor bersama putranya. Saat itu putra Komarudin memberi tahu kalau asap knalpot berwarna hitam.


"Sehingga korban mencari tempat, kebetulan di Cibubur, berhenti di sana," kata Argo di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (14/12).

Komarudin kemudian memberhentikan motornya di depan Ruko Arundina. Saat tengah mengecek knalpot, seorang juru parkir berinisial AP memperbaiki posisi motor lain, di mana menyenggol motor Komarudin dan kepala Komarudin terkena stang.

"Korban menanyakan juru parkir yang inisialnya AP. Kenapa? Akhirnya jadi percekcokan di situ. Sehingga teman-teman pelaku melihat dan ingin membantu," kata dia.

Percecokan itu berujung pada pengeroyokan. AP dan sejumlah teman-temannya melakukan pemukulan terhadap Komarudin.

Ketika itu, melintas anggota Paspampres, Pratu Rivo Nanda yang hendak melerai. Namun justru Rivo juga dipukul.

Adapun kelima tersangka pengeroyokan sudah diciduk Tim Gabungan di sejumlah tempat dalam kurun waktu sekitar 2x24 jam. Mereka adalah AP, HP, pasutri IH dan SR, serta D.

Selain memukul, AP juga turut memegang Komarudin yang membuat teman-temannya leluasa memukul. HP juga mendorong Komarudin di bagian dada.

Sementara IH dan istrinya, SR juga melakukan pemukulan terhadap Komarudin dan Rivo Nanda.

Terakhir D, dia berperan menarik Komarudin dengan tujuan menahan Komarudin membalas pukulan. D juga melakukan pemukulan terhadap Rivo Nanda.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kelima tersangka dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara di atas lima tahun. (ctr/osc)