Pemotongan Nisan Salib di Yogya, Mendagri Soroti Intoleransi

CNN Indonesia | Rabu, 19/12/2018 16:15 WIB
Pemotongan Nisan Salib di Yogya, Mendagri Soroti Intoleransi Mendagri Tjahjo Kumolo. (CNN Indonesia/Dhio Faiz).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabar mengenai pemotongan nisab salib untuk jenazah umat Katolik Albertus Slamet Sugihardi viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di pemakaman Purbayan, Kotagede, Yogyakarta. 

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo akan segera memeriksa lebih lanjut peristiwa pemotongan nisan bertanda salib tersebut. Sebab laporan mengenai kejadian itu baru dia terima.

"Baru masuk laporannya tapi saya belum lihat hasil ceknya. Nanti kami lihat dulu," ujar Tjahjo di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (19/12).


Tjahjo tak berkomentar lebih jauh terkait peristiwa tersebut. Namun ia mengingatkan pada pemerintah kota Yogyakarta agar segera menindak jika memang betul terjadi sikap intoleransi dalam peristiwa tersebut. Sebab hal itu juga menjadi salah satu aspek penilaian keberhasilan suatu daerah.

"Secara prinsip kami mendukung upaya semua pihak yang memberikan porsi penilaian keberhasilan sebuah pemerintahan di daerah, termasuk aspek itu juga (toleransi)," tuturnya.

Dari sejumlah pemberitaan di media menyebutkan bahwa kompleks pemakaman Purbayan merupakan perkuburan untuk warga muslim. Jenazah Slamet yang bukan muslim tetap diperbolehkan dikebumikan di sana dengan catatan makamnya dipinggirkan.

Selain itu, pemotongan nisan salib bagi pemakaman jenazah non muslim sudah jadi 'kesepakatan' warga di sana.

Keluarga Slamet sendiri disebut telah menandatangani kesepakatan dengan Ketua RT dan warga setempat terkait pemotongan tanda salib tersebut.

Pemotongan nisan salib disebut-sebut karena lingkungan sekitar melarang penggunaan simbol-simbol Nasrani di pemakaman Purbayan. (psp/osc)