Ditemui usai kegiatan Deklarasi Tim Kerja Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja di Manokwari, Rabu (19/12), Erick mengemukakan pembangunan yang dilaksanakan Jokowi bersama wakil Presiden Jusuf Kalla selama hampir lima tahun ini merambah seluruh wilayah dari desa hingga kota.
"Bapak Jokowi menginginkan masyarakat setara dalam menikmati kemajuan. Harga barang sama, kemudahan dalam berbagai fasilitas pembangunan, tidak ada kesenjangan antardaerah," kata Erick Thohir, seperti dikutip Antara, Rabu (19/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beliau mendorong berbagai kemajuan melalui pembangunan infrastruktur jalan, listrik, telekomunikasi, hingga program satu harga BBM (bahan bakar minyak), dana desa, kartu Indonesia sehat dan tol laut," ujar Thohir.
Dogiyai, Papua. (CNN Indonesia/Galih Gumelar) |
TKN, lanjut Erick Thohir, akan terus mengingatkan presiden agar pembangunan di Papua Barat dilanjutkan pada periode kedua pemerintahan Jokowi.
"Saya raya bapak Jokowi masih memiliki mimpi besar terkait pembangunan di Papua Barat. Selama ini sudah tujuh kali beliau berkunjung ke Papua Barat dan menyerap langsung aspirasi dari masyarakat," ucapnya.
Pemerintahan Presiden Joko Widodo mengalokasikan anggaran dalam rangka otonomi khusus, bagi Provinsi Papua dan Papua Barat Rp12,6 triliun pada tahun depan.
Dikutip dari laman resmi Setkab, hal ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 129 Tahun 2018 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2019 yang telah ditandatangani oleh Jokowi pada 29 November lalu.
Anggaran untuk Provinsi Papua dan Papua Barat terdiri dari dana otonomi khusus (otsus) sebesar Rp8,34 triliun dan dana tambahan infrastruktur dalam rangka otsus sebesar Rp4,26 triliun.
Selain untuk kedua provinsi di pulau paling timur Indonesia itu, Jokowi juga mengalokasikan dana otsus untuk Provinsi Aceh sebesar Rp8,34 triliun dan dana keistimewaan untuk provinsi Yogyakarta sebesar Rp1,5 triliun. (ain)
Dogiyai, Papua. (CNN Indonesia/Galih Gumelar)