Kisah ABK Selamatkan 2 Korban Kapal Meledak di Sungai Musi

CNN Indonesia | Jumat, 21/12/2018 08:36 WIB
Kisah ABK Selamatkan 2 Korban Kapal Meledak di Sungai Musi Satu unit kapal motor sungai (jukung) terbakar saat mengisi BBM di SPBU Terapung Sungai Musi, Palembang. (CNN Indonesia/Hafidz)
Palembang, CNN Indonesia -- Bowo Kiswantoro (23) adalah salah satu korban selamat dalam insiden kapal motor (jukung) yang terbakar di perairan Sungai Musi, 4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (20/12).

Bowo merupakan anak buah kapal (ABK) kapal jukung Sumber Agung yang dikendarai oleh Herman (35). Bowo menceritakan, sejak pagi hari dirinya bersama Herman, Rohman (28), dan anak Rohman, David Faris Sarubi (4).

Mereka bertolak dari kampung mereka di Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin untuk membeli logistik dan kebutuhan sehari-hari warga yang bermukim di kawasan perairan Banyuasin.



"Kami sampai di Pasar 16 Ilir siang, ngambil ransum [logistik] dan pupuk. Sesudahnya, kami pulang tapi mau isi minyak dulu di SPBB," ujar Bowo saat ditemui di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.

Dari Pasar 16 Ilir, mereka pergi di Stasiun Pengisian Bahan bakar Bunker (SPBB) Terapung 4 Ulu milik Bukhori. Sesampainya di SPBB, Bowo beranjak ke toilet kapal untuk mandi. Begitu selesai, Bowo bergantian dengan David untuk mandi.

Namun tak lama usai Bowo berpakaian, ledakan besar mengagetkannya. Bowo terpental dari pijakan dan tertimpa barang logistik yang dia beli saat kapal berguncang.

"Itu kejadian sekitar 10 menit setelah kami bersandar di SPBB. Posisi kami ada persis sebelah jukung yang meledak itu. Kami nunggu giliran untuk isi minyak," kata seorang warga Desa Sumber Makmur, Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin ini.

Bowo saat itu masih bisa berpikir jernih. Dia langsung teringat dengan David, bocah yang sedang mandi sendiri. Dia pun bergegas ke kamar mandi dan menemukan David yang terjerembap di lantai kamar mandi.

Kapal motor sungai (jukung) terbakar saat mengisi BBM di SPBB Terapung Sungai Musi, Kelurahan 5 Ulu, Palembang. (CNN Indonesia/Hafidz)
David ditemukan sedang menangis karena terluka. Wajah bagian kanan David hingga bibir sobek terkena benturan. Bowo segera membopong David dan menyambar tas perbekalan berwarna cokelat yang dibawanya dari rumah.

"Saya enggak sempat bawa apa-apa lagi kecuali baju di badan sama tas. Hp saya ketinggalan. Sandal saja lupa. Pas saya keluar sudah enggak lihat lagi ke arah ledakan. Ada kapal tugboat yang deketin kapal kami, saya langsung bawa David ke kapal itu. Ada orang dari kapal sebelah juga saya lihat, enggak tahu namanya siapa. Saya bawa juga dia ke tugboat yang dekat itu," ujar dia.


Usai diselamatkan tugboat, Bowo syok dan gemetar sehingga tidak memperhatikan hal lain lagi. Dirinya baru ingat dengan rekan satu kapal lainnya saat sudah menepi di daratan.

"Rohman langsung ketemu pas mendarat. Rohman alhamdulillah selamat juga, enggak luka. Dia panik lihat anaknya luka langsung dibawa ke RS. Herman luka juga jadi dibawa ke RS, saya temenin," ujar Bowo.

Saat ini dirinya masih menemani Rohman yang menjaga anaknya di RSMH Palembang.

"Sementara di sini dulu. Mau ngabarin keluarga di dusun juga susah HP saya enggak tahu kemana," ujar Bowo.

Peristiwa bermula saat kapal motor (jukung) Mulya Jasa milik Een tengah membeli 10 drum solar dan premium. Usai membeli BBM, jukung tersebut bertolak dari SPBU, namun tiba-tiba meledak. Ledakan pun mengenai kapal jukung Sumber Agung yang sama-sama sedang mengisi BBM.

Akibat kejadian tersebut, tujuh orang mengalami luka-luka dan satu orang dinyatakan hilang karena tenggelam di perairan.

Hingga saat ini seluruh korban masih menjalani perawatan medis di RSMH Palembang dan RS AK Gani Palembang. Dua di antaranya menderita luka serius dengan kondisi tubuh 80 persen terbakar.
(idz/pmg)