FOTO: Sumatera Selatan Dikurung Kabut Asap

Antara, CNN Indonesia | Rabu, 19/09/2018 14:19 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah wilayah di Sumatera Selatan terkurung kabut asap. Berdasarkan data satelit milik Lapan per 18 September, ada 109 titik panas di Sumsel.

Sejumlah kendaraan melintas di atas jembatan ampera yang diselimuti kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (16/9). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Warga beraktivitas di tepian Sungai Musi yang diselimuti kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (16/9).(ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Berdasarkan pantauan satelit milik Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (Lapan), terdapat 709 titik panas (hot spot) yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia, 109 titik di antaranya terdapat di Sumsel. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Petugas dari BPBD Kab Ogan Ilir (OI) memanggul selang air saat melakukan pemadaman kebakaran lahan di Sungai Rambutan, Indralaya Utara, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Selasa (18/9). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Helikopter MI-8 EY225 melakukan pemadaman kebakaran lahan dari udara (water bombing) di Desa Rambutan, Indralaya Utara, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Senin (17/9). Luasnya lahan yang terbakar membuat petugas kesulitan untuk memadamkan kebakaran tersebut. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Petugas dari BPBD Kab Ogan Ilir (OI) melakukan pemadaman kebakaran lahan di Sungai Rambutan, Indralaya Utara, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Selasa (18/9). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Warga pun secara swadaya berusaha memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di Desa Muara Baru, Pemulutan, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Senin (17/9). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Petugas dari BPBD Kabupaten Ogan Ilir (OI) mencari akses menuju lokasi kebakaran untuk memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di Jalan Lintas Timur Palembang-Indralaya, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Senin (17/9). (ANTARA FOTO/NOova Wahyudi)
Api membakar lahan di Desa Soak Batok, Indralaya Utara, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Selasa (18/9). Ketiadaan akses dan sumber air membuat petugas kesulitan untuk melakukan pemadaman. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)