Manajer Madura FC Diperiksa Polisi soal Pengaturan Skor

CNN Indonesia | Jumat, 21/12/2018 11:04 WIB
Manajer Madura FC Diperiksa Polisi soal Pengaturan Skor Gedung Bareskrim Polri. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal (Dittipidkor Bareskrim) Polri memeriksa manajer klub sepak bola Madura FC Januar Herwanto terkait kasus dugaan pengaturan skor pertandingan, Jumat (21/12).

Januar sendiri telah datang dan memenuhi panggilan pemeriksaan yang dijadwalkan berlangsung di kantor sementara Dittipidkor Bareskrim Polri di Gedung Ombudsman Republik Indonesia, Jakarta Selatan sejak pukul 10.00 WIB tersebut.

"Ini lagi dimintai keterangan," kata Januar lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (21/12).
Informasi seputar pemeriksaan ini awalnya diketahui dari foto surat panggilan Dittipidkor Bareskrim yang diterima dan diunggah Januar ke akun media sosial Instagram-nya, @januar.sai.herwanto pada Rabu (19/12).


Dalam foto surat panggilan yang diunggah itu disebutkan bahwa pemeriksaan Januar dalam rangka penyelidikan Dittipidkor Bareskrim terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa penyuapan atau percobaan penyuapan yaitu memberi atau menjanjikan sesuatu kepada seseorang dengan maksud untuk membujuk supaya orang itu berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam tugasnya, yang berlawanan dengan kewenangan atau kewajibannya yang menyangkut kepentingan umum.

CNNIndonesia.com telah berupaya mengonfirmasi pihak kepolisian perihal pemeriksaan Januar ini. Namun, konfirmasi belum diperoleh hingga berita ini diturunkan.

Januar ialah sosok yang mengembuskan sehingga isu pengaturan skor pertandingan sepak bola kembali muncul di publik. Ia mengaku pernah ditawari sejumlah uang oleh anggota komite eksekutif (exco) PSSI, Hidayat, agar mengalah dengan PSS Sleman di Liga 2.

Hidayat pun memutuskan mundur dari Exco PSSI. Komdis PSSI pun hanya melayangkan sanksi larangan beraktivitas di sepak bola selama tiga tahun. Ia juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp150 juta. Selain itu, Hidayat juga tidak diperkenankan memasuki stadion selama dua tahun.
(ugo/ugo)